Koma.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman dan mencukupi menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, meski situasi geopolitik global tengah memanas akibat konflik Amerika Serikat–Israel dan Iran.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, menegaskan seluruh komoditas strategis di ibu kota berada dalam kondisi cukup dengan cadangan yang memadai.
Haris Moti: Tuntutan Aksi 27 Agustus Sejalan dengan Kebijakan Prabowo, Waspadai Provokasi
“Berdasarkan proyeksi kebutuhan dan ketersediaan pangan, seluruh komoditas strategis di Jakarta dalam status aman di tengah dinamika global,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (1/3/2026).
Kebutuhan Naik Jelang Ramadan
Elisabeth menjelaskan, Pemprov DKI telah melakukan perhitungan kebutuhan secara detail untuk periode Ramadan hingga Idulfitri. Secara umum, konsumsi pangan memang mengalami peningkatan pada periode tersebut.
Untuk Ramadan, kebutuhan telur ayam diperkirakan naik sekitar 7,5 persen. Daging sapi/kerbau serta bawang putih juga mengalami kenaikan sekitar 3,5 persen.
Namun demikian, stok beras disebut dalam kondisi lebih dari cukup. Cadangan beras tercatat di atas 100 ribu ton, jauh melampaui kebutuhan sekitar 68 ribu ton.
Memasuki periode Maret atau mendekati Idulfitri, lonjakan konsumsi diproyeksikan lebih tinggi. Kenaikan terbesar terjadi pada komoditas telur ayam yang meningkat lebih dari 17 persen, disusul daging ayam dan bawang merah yang naik di atas 10 persen.
Meski ada peningkatan konsumsi, stok beras bahkan tercatat lebih dari 136 ribu ton, sementara kebutuhan berada di kisaran 78 ribu ton.
“Komoditas protein hewani, gula pasir, minyak goreng, serta aneka hortikultura juga memiliki buffer stock yang memadai,” kata Elisabeth.
Antisipasi Gejolak Harga
Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan langkah antisipatif untuk meredam dampak potensi gejolak harga akibat dinamika global. Koordinasi telah diperkuat dengan BUMD pangan, distributor utama, asosiasi pedagang, serta pemerintah pusat guna memastikan kelancaran distribusi dan ketersediaan stok harian di pasar tradisional maupun ritel modern.
Selain itu, pengawasan harga di lapangan akan diintensifkan. Jika ditemukan indikasi kenaikan harga yang tidak wajar, pemerintah daerah akan melakukan intervensi melalui operasi pasar, bazar pangan murah, hingga optimalisasi pasokan dari BUMD.
Elisabeth juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong berlebihan atau panic buying.
“Kami pastikan pasokan kebutuhan pokok strategis hingga Idulfitri dalam kondisi aman. Komitmen kami jelas, menjaga stabilitas pasokan dan harga agar masyarakat dapat menjalankan Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan nyaman,” pungkasnya.














