KOMA.ID, JAKARTA – Inisiator Pemuda Indonesia Raya (PEMIRA), Bintang Wahyu Saputra, menyatakan dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai pemerintahan saat ini telah menunjukkan komitmen dalam mengimplementasikan Asta Cita dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Bintang mengatakan, PEMIRA telah menyampaikan sikap terkait kondisi kebangsaan terkini. Menurut dia, berbagai program dan cita-cita Presiden Prabowo perlu dikawal bersama agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Hal ini menunjukkan bahwa komitmen dari bapak presiden menunjukkan hal-hal baik yang akan kita gapai secara bersama-sama di Indonesia tahun 2045,” kata Bintang di Gedung Nyi Ageng Serang, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (17/10/2026).
Ia juga menyoroti gagasan mengenai pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat melalui layanan publik yang dapat diakses secara gratis. Menurut Bintang, visi tersebut mencakup transportasi, pendidikan, kesehatan, hingga penyediaan makanan bagi masyarakat.
“Tadi sudah dijelaskan sama berbagai macam deklarator, bahwa presiden menginginkan ke depan Indonesia emas 2045 tidak ada lagi transportasi-transportasi yang bayar bagi masyarakat Indonesia. Transportasi harus gratis, pendidikan harus gratis, kesehatan harus gratis, makan harus gratis bukan hanya makan bergizi gratis,” ujarnya.
Bintang menyebut gagasan tersebut sebagai misi besar yang perlu mendapat dukungan dan pengawalan bersama. Ia menegaskan, PEMIRA akan berada di barisan terdepan untuk mendukung upaya mewujudkan cita-cita bangsa.
“Ini adalah misi besar dari Presiden Republik Indonesia yang harus kita kawal, dan kita akan berada di barisan terdepan presiden untuk mewujudkan cita-cita para founding father,” tuturnya.
Lebih lanjut, Bintang mengaitkan cita-cita tersebut dengan pemikiran tokoh pergerakan nasional H.O.S Tjokroaminoto mengenai kemerdekaan sejati. Ia menilai kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai terbebasnya bangsa dari penjajahan, tetapi juga harus tercermin dalam upaya menghapus ketimpangan sosial.
“Kalau saya bercerita tentang Haji Oemar Said Tjokroaminoto, dia mengatakan bahwa Indonesia akan mencapai kemerdekaan yang sejati, artinya apa, tidak ada lagi ketimpangan sosial di mana-mana,” kata Bintang.
Ia juga menilai perhatian terhadap generasi muda merupakan bagian penting dalam membangun masa depan bangsa. Menurutnya, anak muda perlu dilibatkan dalam perjuangan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik.
Bintang kemudian menegaskan bahwa generasi milenial, Generasi Z, dan Generasi Alpha memiliki peran strategis dalam menentukan arah Indonesia pada 2045, ketika negara ini genap berusia 100 tahun merdeka.
“Oleh karena itu, di hadapan para saudara-saudara sekalian saya mengatakan bahwa kita akan membacakan manifestor yang di mana kita adalah generasi yang akan memimpin di Indonesia saat merdeka 100 tahun mendatang,” ujarnya.
Melalui pernyataan tersebut, Bintang menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam mengawal agenda pembangunan nasional. Ia berharap cita-cita Indonesia Emas 2045 dapat berjalan seiring dengan upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi ketimpangan sosial.
“Artinya 2045, 100 tahun kemerdekaan Indonesia usia kita generasi milenial generasi Z atau generasi alpa, kita adalah pemimpin-pemimpin bangsa dan negara ke depan. Kita harus hadir membersamai perjuangan-perjuangan yang mempunyai semangat dalam membuat Indonesia yang lebih baik lagi,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bintang Wahyu Saputra juga membacakan 8 manifesto Pemuda Indonesia Raya (PEMIRA), antara lain ;
- Pancasila, Demokrasi, HAM: menjaga persatuan dan menolak ujaran kebencian serta hoaks.
- Swasembada Pangan, Energi, Air: menjadi petani, nelayan, dan penggerak energi bersih yang modern. Pemerintah mengklaim Indonesia tidak mengimpor beras sepanjang 2025.
- Lapangan Kerja: menjadi pencipta usaha dan lapangan kerja, bukan hanya pencari kerja.
- SDM Unggul: menjadi relawan pendidikan dan kesehatan serta mengawal MBG agar tepat sasaran dan aman. Program cek kesehatan gratis menjangkau sekitar 73,8 juta peserta hingga pertengahan 2026.
- Hilirisasi: mengisi industri pengolahan dengan keahlian dan inovasi anak bangsa.
- Membangun dari Desa: kembali ke desa dengan ilmu dan teknologi, serta mendampingi koperasi dan UMKM.
- Antikorupsi dan Reformasi: menolak korupsi, narkoba, dan judi, dimulai dari diri sendiri.
- Lingkungan, Budaya, Toleransi: merawat alam, melestarikan budaya, dan menjaga kerukunan.














