Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Miris! Diduga Masih Ada Ribuan Jamaah Haji Furoda yang Jadi Korban Travel Ilegal

×

Miris! Diduga Masih Ada Ribuan Jamaah Haji Furoda yang Jadi Korban Travel Ilegal

Sebarkan artikel ini
Miris! Diduga Masih Ada Ribuan Jamaah Haji Furoda yang Jadi Korban Travel Ilegal

Koma.id Sebanyak 46 jamaah haji menjadi korban harapan palsu dari travel haji ilegal Furoda yang terpaksa harus di deportasi dari Arab Saudi.

Mereka dipulangkan pemerintah setempat lantaran menggunakan visa tidak resmi. Biro perjalanan yang digunakan ke-46 calon jemaah haji tersebut tidak memiliki izin sebagai penyelenggara ibadah haji.

Silakan gulirkan ke bawah

Mereka yang gagal naik haji itu mengaku sudah membayar hingga Rp 300 juta. Dengan biaya tinggi itu, jemaah disebut-sebut bisa berangkat haji lewat jalur tanpa antre bertahun-tahun.

Namun visa yang mereka dapatkan justru tergolong tidak resmi.

Sementara itu, seorang netizen di Twitter mengungkapkan masih ada ribuan jamaah haji Furoda yang juga terancam akan gagal berangkat ke tanah suci tersebut.

“Kabarnya masih ada ribuan jamaah haji furoda visanya belum keluar. Baru 30 % yang dapat visa, sedangkan 50-70% terancam gagal berangkat. Kalau visanya benar-benar belum keluar, kemungkinan mereka berangkat tahun depan. Mereka saat ini masih terkatung-katung di bandara,” cuit akun @titi_***** diliat Koma Selasa (5/7/2022).

Netizen lagi pun tuurt bersuara atas polemik travel haji Furoda tersebut. “Orangtua saya salah satu dr 50-70% itu, masih berharap ada kabar baik. Semoga kabar baik itu datang dan bisa ikut haji tahun ini,” cuit akun @hutan***

Sebelumnya, ada informasi tentang puluhan calon haji tertahan di Bandara Internasional King Abdul Azis Jeddah pada Kamis (30/6). Mereka sebelumnya menumpang pesawat Garuda Indonesia dan tiba di Jeddah pada Kamis (30/6) pukul 23.20 waktu Arab Saudi.

Perusahaan yang memberangkatkan jemaah furoda (non-kuota) tidak resmi itu adalah PT Alfatih Indonesia Travel. Perusahaan ini beralamat di Bandung, Jawa Barat, tidak terdaftar di Kementerian Agama (Kemenag).

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.