Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Haji

Menhaj Gus Irfan Ingatkan Pentingnya Persiapan Fisik Jemaah Haji Sejak Dini

×

Menhaj Gus Irfan Ingatkan Pentingnya Persiapan Fisik Jemaah Haji Sejak Dini

Sebarkan artikel ini
Menhaj Gus Irfan Di Bali
Menteri Haji Gus Irfan saat berada di Bali Expo UMKM dan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah 2026 di Denpasar, Bali, Sabtu (10/10/2026).

KOMA.ID, BALI – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf alias Gus Irfan mengingatkan kepada seluruh calon jemaah haji agar senantiasa mempersiapkan kesehatan dan kebugaran fisik sejak dini.

Peringatan ini disampaikan setelah sebanyak 345 calon jemaah yang telah tiba di embarkasi tidak dapat diberangkatkan karena dinyatakan tidak layak secara kesehatan.

Silakan gulirkan ke bawah
Baca juga:
Fahira Idris Apresiasi Subsidi Haji 2027, Soroti Lima Penguatan Penyelenggaraan

“Ada 345 calon jemaah haji yang sudah berada di embarkasi, tetapi tidak bisa berangkat. Tidak bisa diloloskan oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan karena dinilai tidak layak kesehatannya,” kata Irfan Yusuf saat membuka Expo UMKM dan Ekosistem Haji & Umrah 2026 yang dirangkaikan dengan kegiatan manasik haji di Masjid Agung Sudirman, Denpasar, Bali, Sabtu (10/10/2026).

Menurut Irfan, pengalaman tersebut harus menjadi perhatian calon jemaah yang akan berangkat pada musim haji 1448 H/2027 M, termasuk jemaah asal Bali. Sebab, pemenuhan persyaratan kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan hasil pemeriksaan sebelumnya.

Ia menjelaskan, pada penyelenggaraan haji sebelumnya terdapat calon jemaah yang terkendala memenuhi persyaratan kesehatan sehingga tidak dapat melunasi biaya haji. Bahkan, ada pula yang semula dinyatakan memenuhi persyaratan, tetapi kembali dinyatakan tidak layak ketika menjalani pemeriksaan di embarkasi.

Karena itu, calon jemaah diminta tidak menunda persiapan fisik hingga mendekati waktu keberangkatan. Mereka diimbau menerapkan pola hidup sehat, rutin berolahraga, dan membiasakan diri menghadapi kondisi cuaca panas.

Persiapan tersebut dinilai penting karena suhu di Arab Saudi dapat mencapai lebih dari 40 derajat Celsius. Kondisi fisik yang prima diperlukan agar jemaah mampu menjalani rangkaian ibadah haji dengan baik.

“Tetap jaga kesehatan. Belajar berolahraga, belajar berpanas-panas seperti sekarang ini. Mudah-mudahan setelah persiapan, nanti bulan April pertengahan kita sudah mulai memberangkatkan jemaah, dan mereka benar-benar siap secara fisik,” ujarnya.

Irfan juga menyampaikan bahwa Kementerian Haji dan Umrah akan segera mengumumkan tahapan pelunasan biaya haji 2027. Sebelum memasuki tahap tersebut, calon jemaah wajib menjalani pemeriksaan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia berharap calon jemaah, khususnya dari Bali, memanfaatkan waktu yang tersedia untuk menjaga kebugaran sekaligus memperdalam pengetahuan mengenai tata cara pelaksanaan ibadah haji.

Selain kesehatan, Irfan menekankan pentingnya pembinaan manasik untuk membentuk jemaah yang memahami tata cara ibadah dan mampu menjalankannya secara mandiri.

Ia meminta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) memberikan pendampingan secara optimal. Materi pembinaan harus mencakup seluruh rangkaian ibadah, mulai dari rukun dan wajib haji, larangan ihram, hingga pelaksanaan wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, tawaf, serta sai.

“Manasik ini bukan formalitas, tetapi sekolah pertama calon jemaah haji. Jemaah harus memahami rukun dan wajib haji, larangan ihram, Arafah, Muzdalifah, Mina, tawaf, dan sai,” tegasnya.

Melalui persiapan kesehatan dan pembekalan manasik sejak dini, calon jemaah diharapkan memiliki kesiapan fisik serta pemahaman ibadah yang memadai sebelum berangkat ke Tanah Suci. Dengan demikian, mereka dapat menjalankan rangkaian haji secara lebih aman, tertib, dan mandiri.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.