Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaDaerahNasionalPolitik

Ketua MPR Ahmad Muzani Hadiri Doa Kebangsaan di Monas, Harap Indonesia Terhindar dari Perpecahan

×

Ketua MPR Ahmad Muzani Hadiri Doa Kebangsaan di Monas, Harap Indonesia Terhindar dari Perpecahan

Sebarkan artikel ini
Ahmad Muzani

Koma.id | Jakarta – Ketua MPR RI Ahmad Muzani menghadiri acara Zikir dan Doa Kebangsaan yang digelar Kementerian Agama di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Sabtu (01/08) malam. Dalam kesempatan itu, Muzani menyampaikan doa agar bangsa Indonesia tetap bersatu dan dijauhkan dari perpecahan.

“Kita baru saja menyampaikan zikir dan doa. Mudah-mudahan semua zikir, doa, dan selawat diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dengan doa dan zikir ini, mudah-mudahan Indonesia tetap dalam keadaan utuh. Mudah-mudahan kita tetap dipersatukan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujar Muzani di Silang Selatan Monas.

Silakan gulirkan ke bawah

Muzani juga berharap keberkahan senantiasa menyertai perjalanan bangsa. “Mudah-mudahan barokah Allah terus menyertai kita semuanya, dan mudah-mudahan kita dihindari dari perpecahan, dijauhkan dari malapetaka dan bahaya, dijauhkan dari segala macam godaan-godaan yang berat,” tuturnya. Ia turut mendoakan para pemimpin bangsa agar dijaga kesehatan dan umurnya, serta keberkahan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Acara ini dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dan dihadiri sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih, antara lain Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wamensesneg Juri Ardiantoro, serta Wamendiktisaintek Stella Christie. Tokoh agama lintas iman juga hadir, termasuk Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf yang memimpin lantunan selawat dan menyambut kedatangan Muzani di panggung utama.

Kementerian Agama menyebut kegiatan ini sebagai penanda dimulainya Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia. Rangkaian acara berlangsung sejak pukul 17.00 WIB hingga 21.30 WIB, meliputi zikir bersama, khataman Al-Quran, shalat Magrib berjamaah, penampilan hadrah, hingga Shalawat Kebangsaan. Selain itu, doa bersama lintas agama juga dipimpin oleh perwakilan dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu.

Sekjen Kementerian Agama Kamaruddin Amin menuturkan, fasilitas pendukung seperti ratusan toilet dan area wudu dengan 1.000–1.500 keran disediakan untuk kenyamanan jamaah. Kehadiran ribuan masyarakat di Monas malam itu menandai semangat kebersamaan dalam menyambut bulan kemerdekaan.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.