Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Ketua FKPT Lampung M. Firsada Bintangi Film Ageman, Ajarkan Toleransi Islam di Zaman Nabi

×

Ketua FKPT Lampung M. Firsada Bintangi Film Ageman, Ajarkan Toleransi Islam di Zaman Nabi

Sebarkan artikel ini
Img 20260911 Wa0045

Koma.id, Lampung – Edukasi keberagaman berbasis kearifan lokal kembali hadir lewat media sinematik film bertajuk “Ageman” karya sutradara Jasper Lance Piscasio dan produser Ken Setiawan menyuguhkan pesan mendalam tentang toleransi, persatuan, serta pencegahan paham radikalisme di tengah masyarakat.

Menariknya, sosok tokoh agama Islam dalam film edukasi ini diperankan langsung oleh Dr. Drs. Muhammad Firsada, M.Si., CACP.

Silakan gulirkan ke bawah

Pejabat yang kini mengemban amanah sebagai Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Lampung, Plt. Kasat Pol PP Lampung, sekaligus Eksekutif Produser dan Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Lampung.

Secara filosofis, nama “Ageman” yang diserap dari bahasa Jawa, Sunda, dan Bali memiliki arti pakaian, pedoman, atau pegangan hidup.

Film ini menggambarkan bahwa identitas suku, ras, dan agama merupakan amanah sejak lahir untuk saling melengkapi, bukan memisahkan.

Film yang diangkat dari kisah nyata transformasi Ken Setiawan dari radikalilis ke moderat ini turut merangkul pejabat Pemprov Lampung, akademisi, tokoh budaya hingga pemimpin lintas agama sebagai pemeran.

Dalam alur cerita, M. Firsada beradu peran dengan dua karakter utama, Aluna dan Zaskia, yang dikisahkan sedang mencari pencerahan di tengah ujian sikap intoleransi.

Firsada memerankan tokoh Ketua Dewan Pembina Yayasan Mangkubumi Putra Lampung wadah reintegrasi bagi mantan narapidana terorisme (napiter) untuk kembali ke masyarakat.

Sebagai peraih gelar Doktor Ilmu Pengembangan Masyarakat Islam dengan tesis seputar strategi menangkal radikalisme, Firsada menyelipkan pesan-pesan substantif dalam aktingnya.

Ia mengutip Surah Al-Hujurat ayat 13 untuk menegaskan bahwa kemuliaan manusia di mata Allah SWT diukur dari ketakwaan, bukan status sosial, suku, maupun warna kulit.

“Toleransi Nabi Muhammad SAW tercermin nyata lewat Piagam Madinah sebagai konstitusi kesetaraan warga, serta Perjanjian Najran yang menjamin kebebasan ibadah dan perlindungan penuh bagi Umat Kristen. Bahkan, Nabi pernah mengizinkan delegasi Kristen Najran beribadah di dalam Masjid Nabawi saat waktu ibadah mereka tiba,” jelas Firsada usai pengambilan gambar.

Ia menekankan bahwa keteladanan akhlak Rasulullah tersebut wajib menjadi acuan umat Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sementara itu, contoh toleransi Nabi Muhammad juga tertuang dalam Perjanjian Najran yang merupakan pakta perdamaian antara Nabi Muhammad SAW dan utusan Kristen dari Najran (wilayah perbatasan Yaman-Arab Saudi) yang memberikan jaminan kebebasan beribadah dan perlindungan penuh.

Dalam perjanjian najran, Umat Islam wajib melindungi nyawa, harta, wanita, anak-anak, dan pemuka agama kristen, tempat ibadah Gereja,biara, dan tradisi keagamaan dibiarkan aman tanpa intervensi, bahkan nabi menganjurkan agar Jika gereja perlu perbaikan, umat Islam boleh membantu ikhlas sebagai bentuk kebaikan/anugerah, bukan sebagai utang.

Menariknya lagi, saat delegasi pendeta/tokoh Kristen Najran (sekitar 60 orang) datang ke Madinah pada tahun ke-10 Hijriyah untuk berdialog dan menemui Nabi Muhammad SAW, saat waktu ibadah mereka tiba, Nabi Muhammamd mengijinkan pendeta/tokoh Kristen Najran menjalankan ritual/kebaktian Kristen di dalam Masjid Nabawi.

Menurut Firsada, peristiwa piagam madinah dan perjanjian najran dipandang sebagai puncak akhlak toleransi nabi muhammad untuk di tauladani semua umat islam sebagai mahluk sosial sosial yang juga hidup berdampingan dengan masyarakat yang berbeda latar bekaang suku dan agama.

Melalui Film Ageman, Firsada berharap pesan kerukunan ini dapat sampai ke seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

“Harapannya, Indonesia khususnya Provinsi Lampung tetap damai dan kondusif. Tidak ada lagi kasus intoleransi, penolakan tempat ibadah, maupun pelarangan kegiatan keagamaan di tanah air,” pungkasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.