Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
HeadlinePolhukam

Jokowi: Kita Satu Saudara, Setelah Pemilu Bersatu Lagi, Ujaran Kebencian, Berita Bohong Tak Boleh Terjadi Lagi

×

Jokowi: Kita Satu Saudara, Setelah Pemilu Bersatu Lagi, Ujaran Kebencian, Berita Bohong Tak Boleh Terjadi Lagi

Sebarkan artikel ini
Jokowi: Kita Satu Saudara, Setelah Pemilu Bersatu Lagi, Ujaran Kebencian, Berita Bohong Tak Boleh Terjadi Lagi

Koma.id Ujaran kebencian, berita bohong, dan fitnah dalam gelaran pemilu 2024 diharapkan tak ada lagi terutama di platform media sosial (medsos).

“Saya ini kalau baca medsos itu kadang-kadang geleng-geleng, ‘Kok nggih koyok ngeten, sami-sami sederek, sami-sami sedulur‘, (Kok ya seperti ini, sama-sama saudara) Nggih mboten? (Ya, enggak?) Apalagi atas nama agama, ini tidak boleh terjadi,” kata Jokowi pada Minggu (23/7/2023).

Silakan gulirkan ke bawah

Ia nenilai, sebenarnya perbedaan pilihan itu adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Oleh sebab itu, Presiden mengimbau agar perbedaan pilihan tidak menjadikan rakyat saling bertengkar dan saling menjelekkan hingga berkepanjangan.

“Kita ini satu saudara, sebangsa dan setanah air Indonesia, ampun kesupen (jangan lupa). Nggih mboten? (Ya enggak?) Dan setelah berkompetisi, setelah pemilu itu bersatu kembali sebagai sebuah bangsa yang besar,” ujarnya.

Jokowi juga meminta semua pihak untuk terus menjaga semangat toleransi, Bhinneka Tunggal Ika, dan persatuan bangsa dalam menyongsong gelaran Pemilu.

Ia menginginkan agar pesta demokrasi tersebut disiapkan dan dijaga agar hasil dan prosesnya berjalan dengan baik.

“Kita harus mempersiapkan dan menjaga pemilu tahun depan agar hasilnya baik dan prosesnya juga baik,” kata Jokowi saat menghadiri Syukuran 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) dan 25 Tahun Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Stadion Manahan, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (23/07/2023).

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.