Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Politik

Jokowi dan Surya Paloh Tak Lagi Harmonis, Ini Puncaknya

×

Jokowi dan Surya Paloh Tak Lagi Harmonis, Ini Puncaknya

Sebarkan artikel ini
Jokowi dan Surya Paloh Tak Lagi Harmonis, Ini Puncaknya
Surya Paloh, Ketua Umum Partai Nasdem.

Koma.id Hubungan Jokowi dan Surya Paloh tak lagi harmonis usai NasDem mendeklarasikan pencapresan Anies Baswedan.

Hal ini diungkapkan Direktur Ekstutif Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti dalam pernyataannya dikutip Jumat (28/10/2022).

Silakan gulirkan ke bawah

Ia menyebut, keretakan itu akan semakin terlihat pada awal tahun 2023 mendatang. “Paling lama itu bulan Februari 2023, itu akan kelihatan retaknya,” katanya.

Ia menjelaskan, setidaknya terdapat lima alasan kuat yang menunjukkan kalau hubungan Jokowi dan Surya Paloh tak lagi mesra seperti dahulu.

Pertama, keretakan mulai terlihat ketika Jokowi tidak berkenan menanggapi pencalonan Anies Baswedan sebagai capres oleh Nasdem pada awal Oktober.

Saat itu, Kepala Negara enggan menanggapi ihwal deklarasi itu karena negara tengah dihadapkan oleh bencana tragedi Kanjuruhan.

“Itu sangat dalam yang mengungkapkan sisi terdalam dari Pak Jokowi atas peristiwa di deklarasi pencapresan Nasdem,” ujarnya.

Kedua, ciri-ciri lainnya dapat dilihat dari suara-suara elite PDIP yang menyerang partai besutan Surya Paloh itu setelah mendeklarasikan Anies sebagai bakal capres di pesta demokrasi.

Bahkan, tak lama setelah itu, Jokowi langsung bertemu dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Batutulis, Bogor, Jawa Barat.

“Dan nyata-nyata Pak Hasto (Sekjen PDIP) menyebut pertemuan itu ya memang membicarakan masalah kebangsaan. Itu artinya sudah ada komunikasi Pak Jokowi dengan PDIP atau PDIP bersikap lebih tegas terhadap apa yang dilakukan Nasdem terkait dengan deklarasi pencapresan Anies Baswedan,” katanya.

Hal ketiga yaitu untuk kali pertama setelah hampir 8 tahun, Presiden Jokowi menanggapi pertanyaan wartawan soal kemungkinan perombakan kabinet atau reshuffle.

Adapun Jokowi menyatakan bahwa dirinya bakal melakukan reshuffle. Pernyataan itu disampaikannya dalam merespons pertanyaan soal adanya desakan relawan Jokowi untuk merombak menteri dari Partai Nasdem setelah mendeklarasikan Anies.

“Tapi ketika ditanyakan kawan-kawan media beberapa hari setelah deklarasi itu, Beliau dengan tegas mengatakan iya saya akan reshuffle. Jadi ini indikasi yang ketiga yang menunjukkan bahwa hubungan Pak Jokowi dengan Nasdem sedang tidak baik baik saja,” ujar dia.

Keempat, kata Ray, yaitu saat Jokowi berpidato dalam Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Golkar di JIExpo Kemayoran beberapa waktu lalu.

Kala itu, Jokowi berpidato dan mengatakan hendaknya pengumuman capres jangan terburu-buru.

Terakhir, kata Ray, keretakan itu semakin terlihat saat Jokowi tidak berkenan memeluk Surya Paloh pada momen HUT Golkar tersebut.

“Saya kira cukup lima bahasa tubuh dan bahasa lisan situasi dari Pak Jokowi menandakan bahwa situasi batin Pak Jokowi dalam kondisi yang betul-betul merasa terpukul deklarasi oleh Nasdem,” katanya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.