Koma.id – Isu neo orde baru (Orba) yang ramai dibincangkan publik karena diangkat Ketua Umum PDIP Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, direspon oleh pelaku Reformasi 1998.
Mantan aktivis 98, Ridwan menilai, isu yang diangkat Megawati untuk menyerang lawan politik yang mendapat dukungan Presiden Joko Widodo, tidak tepat.
Menko ESDM Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman 16–18 Hari dan Dorong Ketahanan Energi Domestik
“Memang tidak bisa dipungkiri bahwa dalam sistem demokrasi memerlukan partai politik, namun setelah menjadi kepala negara maka pengabdian tertinggi adalah rakyat,” ujar Ridwan kepada wartawan, Sabtu (2/12).
Sambut Hari Kebudayaan Nasional, Ratusan Raja dan Sultan Nusantara Ikuti Pawai Budaya di Bundaran HI
Dia berpendapat, posisi Jokowi yang telah memimpin negara sekaligus pemerintahan tidak mesti mengikuti permintaan partai politik dalam menjalankan tugas kenegaraan.
“Jokowi memahami bahwa menjadi petugas rakyat adalah manifestasi dari kedaulatan rakyat itu sendiri,” tutur Ridwan.
“Karena menyadari pentingnya kebutuhan rakyat maka menjadi hal utama jika rakyatlah yang menjadi orientasi Jokowi,” sambungnya menegaskan.
Maka dari itu, Ridwan menganggap petugas rakyat adalah esensial dari prioritas pengabdian seorang kepala negara sekaligus kepala pemerintahan.
“Dengan menjadi petugas rakyatlah Jokowi hanya mampu didikte dengan jiwanya rakyat. Itulah sebabnya Jokowi memberikan yang terbaik untuk rakyat,” demikian Ridwan menambahkan.














