Koma.id – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar razia besar-besaran di sejumlah tempat hiburan malam di Jakarta dan sekitarnya. Hasilnya, sembilan orang dinyatakan positif menggunakan narkotika jenis etomidate dan amfetamin atau sabu setelah menjalani tes urine.
Operasi gabungan tersebut berlangsung sejak Sabtu (17/10/2026) malam hingga Minggu (18/10/2026) dini hari. Petugas menyasar dua klaster, yakni Jakarta Timur serta kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 1 di Penjaringan, Jakarta Utara, dan PIK 2 di Tangerang.
Kerusuhan di Prancis Meluas: Kemlu RI Imbau WNI Hindari Kerumunan, Dipastikan Tak Ada WNI Terlibat
Kanit Subdit 3 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri AKBP Ivan Adhitira mengatakan, sembilan orang yang terdeteksi positif narkotika masih menjalani pendalaman dan asesmen oleh BNN.
“Dari kesembilan orang tersebut itu positif etomidate dan amfetamin atau sabu,” kata Ivan kepada wartawan, Minggu (18/10/2026).
Menurut Ivan, petugas membagi operasi menjadi dua tim untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengunjung, badan, barang bawaan, serta sejumlah tempat yang diduga berpotensi menjadi lokasi penyimpanan narkotika.
“Kedua tim melaksanakan penggeledahan, baik badan, orang, tempat-tempat tertentu yang diduga menjadi tempat penyimpanan narkotika,” ujarnya.
Dari hasil operasi, enam orang di klaster PIK dinyatakan positif narkotika. Sementara itu, tiga orang lainnya ditemukan positif di klaster Jakarta Timur.
“Untuk klaster Jakarta Timur, terdapat tiga orang yang positif narkotika dan juga dilakukan assessment oleh BNN RI apakah yang bersangkutan hanya pengguna atau terafiliasi jaringan narkoba,” kata Ivan.
Status Sembilan Orang Masih Didalami
Bareskrim dan BNN belum langsung menyimpulkan bahwa sembilan orang tersebut terlibat dalam jaringan peredaran narkotika. Pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk menentukan status masing-masing, termasuk apakah mereka hanya sebagai pengguna atau memiliki keterkaitan dengan jaringan pengedar.
Ivan menegaskan, apabila hasil asesmen menunjukkan mereka hanya sebagai pengguna, penanganannya dilakukan melalui rehabilitasi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Apabila hasil assessment dari BNN RI yang bersangkutan adalah pengguna, maka kita wajib untuk melakukan rehabilitasi untuk mengobati mereka yang positif tersebut,” tegasnya.
Langkah asesmen menjadi bagian penting dalam menentukan penanganan. Hasil tes urine yang positif tidak dengan sendirinya membuktikan seseorang merupakan pengedar atau anggota jaringan narkotika.
Dalam operasi di kawasan PIK, petugas juga menemukan vape atau kartrid yang diduga mengandung etomidate. Sampel cairan tersebut perlu diuji lebih lanjut di laboratorium untuk memastikan kandungannya.
Sementara itu, pada orang yang positif amfetamin, petugas tidak menemukan barang bukti sabu dalam penggerebekan tersebut. Asal-usul zat yang terdeteksi serta kemungkinan keterkaitan dengan peredaran narkotika masih perlu didalami.
Libatkan 462 Personel Gabungan
Operasi ini dipimpin langsung Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Kristian Parluhutan Siagian bersama Pelaksana Tugas Deputi Pemberantasan BNN Adri Irniadi.
Sebanyak 462 personel gabungan dikerahkan dalam razia tersebut. Rinciannya terdiri atas 146 personel Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, 95 personel Sabhara, 32 personel Provos, 29 personel Paminal, serta 160 personel BNN.
Pengerahan ratusan personel tersebut dilakukan untuk memperluas pemeriksaan dan mempersempit ruang gerak penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan tempat hiburan malam.
Dalam pelaksanaannya, petugas memeriksa sejumlah area tempat hiburan, termasuk ruangan yang digunakan pengunjung. Pemeriksaan dilakukan untuk mencari barang bukti dan mengidentifikasi kemungkinan adanya penyalahgunaan narkotika.
Namun, temuan orang yang positif narkotika tidak otomatis membuktikan bahwa tempat hiburan yang didatangi menjadi sumber peredaran zat terlarang tersebut. Penyidik tetap perlu menelusuri asal barang bukti, jalur perolehan, serta kemungkinan hubungan dengan pihak lain.
Etomidate dalam Vape Jadi Perhatian
Temuan etomidate dalam cairan vape menjadi perhatian karena zat tersebut merupakan obat anestesi yang penggunaannya harus berada di bawah pengawasan medis. Penyalahgunaan etomidate melalui rokok elektrik berisiko menimbulkan dampak kesehatan serius.
Modus penggunaan vape sebagai sarana konsumsi zat terlarang juga menimbulkan tantangan tersendiri bagi aparat. Perangkat dan cairan yang digunakan dapat menyerupai produk vape biasa sehingga kandungannya tidak mudah dikenali hanya melalui penampilan atau aroma.
Karena itu, pemeriksaan laboratorium dan penelusuran asal cairan diperlukan untuk memastikan kandungan serta mengungkap kemungkinan jalur peredarannya.
Razia di Jakarta ini berlangsung di tengah rangkaian operasi pemberantasan narkotika yang dilakukan aparat dalam beberapa waktu terakhir. Bareskrim dan BNN masih mendalami hasil temuan serta menentukan langkah hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat berdasarkan bukti dan hasil pemeriksaan.
Aparat menegaskan penanganan terhadap sembilan orang yang positif narkotika akan ditentukan melalui asesmen, sementara penyelidikan terhadap dugaan penyalahgunaan dan peredaran narkotika terus berjalan.








