Koma.id | Jakarta – Sosoknya lekat dengan dunia anak-anak, dikenal dari tawa riang Si Komo hingga advokasinya yang tak henti soal perlindungan anak.
Jelang peringatan Hari Bhayangkara ke-79, Kak Seto melangkah lebih jauh, menyuarakan harapan akan hadirnya wajah Polri yang semakin humanis.
“Polri terus menunjukkan profesionalisme, keberanian, dan semangat melayani rakyat tanpa pamrih,” ujar pria bernama lengkap Seto Mulyadi itu, sembari mengapresiasi kerja keras aparat di tengah tantangan zaman yang kian kompleks.
Bagi Kak Seto, keamanan bukan hanya soal patroli dan penindakan. Lebih dari itu, ia adalah soal kehadiran yang menenangkan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak.
“Bersama rakyat, Polri kuat. Bersama Polri, Indonesia maju,” katanya menutup pernyataannya dengan kalimat penuh semangat.
Polda Metro Jaya Sebut Perusakan Fasilitas Umum Demo 27 Agustus Dilakukan Kelompok Perusuh
Tak banyak yang tahu, sebelum menjadi tokoh publik, Kak Seto pernah menjalani masa sulit, menjadi tukang parkir hingga pengaduk semen. Dari situlah ia belajar bahwa rasa aman dan kesempatan adalah hak setiap orang, terutama anak-anak yang sedang tumbuh.
Hari Bhayangkara bagi Kak Seto bukan sekadar seremoni. Ini adalah momentum untuk membangun kepercayaan antara masyarakat dan aparat.
Karena, seperti anak-anak yang belajar dari figur orang dewasa, masyarakat pun menaruh harapan pada Polri, agar tetap menjadi pelindung, bukan sekadar penegak hukum.









