Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaEkonomiNasional

Hashim : Pemerintah Harus Segera Mitigasi Isu MSCI Demi Cegah Rupiah Melemah

×

Hashim : Pemerintah Harus Segera Mitigasi Isu MSCI Demi Cegah Rupiah Melemah

Sebarkan artikel ini
dollar rupiah
Dolar Amerika Serikat dan Rupiah Indonesia.

Koma.id | Jakarta – Hashim Djojohadikusumo menegaskan bahwa pemerintah harus segera mengambil langkah mitigasi atas permasalahan yang dihadapi Indonesia terkait indeks pasar modal Morgan Stanley Capital International (MSCI).Langkah antisipasi ini dinilai mendesak guna mencegah risiko keluarnya investasi asing yang berpotensi memperlemah nilai tukar rupiah dan memperberat beban utang luar negeri.

Pernyataan tersebut disampaikan Hashim saat menghadiri Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia 2026 di Jakarta,Kamis (29/10/2026).

Silakan gulirkan ke bawah

“Kalau investasi luar negeri keluar dari pasar saham kita,rupiah bisa semakin lemah.Pinjaman luar negeri kita juga harus dibayar lebih mahal.Ini bisa menjadi persoalan serius bagi perekonomian Indonesia,” ujar Hashim.

Hashim memperhatikan pentingnya menanggapi dinamika MSCI ini secara cepat dan terukur karena dapat mempengaruhi arus modal masuk (arus masuk modal) serta tingkat kepercayaan investor global terhadap prospek pasar keuangan nasional.Jika tidak segera disampaikan,Akan terjadi kekeringan likuiditas dan sumber dana di pasar modal domestik.

“Saya diminta oleh Presiden untuk membantu kawan-kawan di pemerintah untuk memitigasi masalah yang kita hadapi dari MSCI.Kalau tidak kita mitigasi,sumber dana untuk pasar modal kita akan semakin kering,” jelasnya.

Lebih lanjut,Hashim meminta seluruh pemangku kepentingan untuk tidak menunda penanganan masalah tersebut agar ketidakpuasan investor tidak memicu dampak ekonomi yang lebih luas.

“Kabar gembira mungkin bisa datang tahun depan,tapi kabar buruk harus kita hadapi sekarang.MSCI ini harus kita mitigasi agar permasalahannya tidak sampai di luar kendali,” tegas Hashim.

 

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.