Koma.id– Drama politik kembali mengguncang Partai Golkar. Airlangga Hartarto secara mengejutkan menyatakan pengunduran dirinya sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (Ketum DPP) Partai Golkar. Tak lama berselang, flyer yang mengatasnamakan Koalisi Muda Pembaharuan Golkar (KMPG) mulai beredar, memproklamirkan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon Ketum Golkar untuk periode 2024-2029.
Flyer deklarasi ini tak pelak mengundang spekulasi publik. Langkah mundur Airlangga, yang dianggap sebagai keputusan mendadak, memicu tanda tanya besar. Musfi Romdoni, analis sosio-politik dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), menilai pengunduran diri Airlangga sebagai langkah yang mengejutkan dan penuh teka-teki.
Rumor yang beredar menyebutkan bahwa keputusan Airlangga dipengaruhi oleh desakan dari elite Golkar, yang kabarnya tidak puas dengan strategi politiknya dalam Pilkada di daerah strategis seperti Jawa Barat dan Jakarta. Desas-desus ini semakin menguatkan spekulasi bahwa perubahan kepemimpinan di Partai Golkar mungkin sudah direncanakan sejak awal, dengan nama Gibran yang semakin mencuat sebagai calon pengganti.
Polres Metro Jakarta Utara Musnahkan 9,9 Juta Butir Obat Keras Ilegal Senilai Rp15 Miliar
Kini, semua mata tertuju pada Golkar, menanti bagaimana peta kekuasaan partai ini akan berubah menjelang Pilkada 2024. Apakah kemunculan Gibran dalam deklarasi tersebut akan menjadi kenyataan, atau ini hanya bagian dari permainan politik yang lebih besar? Gonjang-ganjing ini seolah menjadi tanda bahwa Partai Golkar sedang berada di persimpangan besar yang akan menentukan arah partai ini ke depan.








