Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Polhukam

Genre Indonesia Yakin Anak Muda Tak Mungkin Punya Niat Ingin Rusak Indonesia

×

Genre Indonesia Yakin Anak Muda Tak Mungkin Punya Niat Ingin Rusak Indonesia

Sebarkan artikel ini
I Putu Arya
Ketua Umum Genre Indonesia, I Putu Arya Aditia Utama saat menjadi bintang tamu di podcast Koma Indonesia.

KOMA.ID, JAKARTA – Ketua Umum Genre Indonesia, I Putu Arya Aditia Utama, meyakini bahwa anak muda tidak ada yang punya pikiran untuk jahat dan merusak negara.

Mereka cenderung melakukan apa yang dipikirkan dan dirasakan dari hati nurani. Itulah mengapa terkadang banyak mereka yang tak sadar melakukan hal yang salah.

Silakan gulirkan ke bawah

“Nggak ada orang-orang muda yang mau berbuat jahat kayaknya, nggak ada deh orang muda yang mau berbuat jahat nggak ada. Yang ada itu adalah dia nggak tahu apa yang sedang dia lakukan itu ternyata bentuk dari kejahatan, nah yang yang ada itu,” kata Arya dalam podcast di Koma.id, Selasa (9/12/2025).

Jika pun ada tindakan yang berujung kriminalitas, ia yakin mereka hanya korban. Karena faktanya, anak-anak muda tersebut hanya menyuarakan apa yang menjadi keresahan mereka semata.

Aksi dan teriakan itu semakin masif karena ruang untuk bersuara lebih efektif cenderung tak tersedia secara langsung.

“Orang muda itu selalu menjadi korban bang di manapun, orang muda tuh selalu menjadi korban gitu. Kayak tadi ketidaktahuan itu kan karena mereka nggak punya akses ya kan, ya karena sistemnya memang nggak membukakan akses-akses itu,” tuturnya.

Lulusan terbaik dari Universitas Soedirman (Unsoed) tersebut mengharapkan agar anak-anak muda dapat dirangkul untuk membangun negara, serta memahami apa yang menjadi isi pikiran dan hati pemuda.

“Kalau misalnya kita mau menciptakan keamanan dan ketertiban menurut saya adalah yang paling penting itu gen z – gen z ini atau kita orang-orang muda ini harus memiliki yang namanya sense of belonging untuk mencintai negara gitu, karena yang saya lihat teman-teman saya juga aktivis aktivis yang biasa mengkritik negara kritik itu adalah bentuk mereka mencintai negara,” paparnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.