Koma.id, JAKARTA – Politikus Ferdinand Hutahaean menilai keberadaan organisasi kemasyarakatan (ormas) perlu diarahkan untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan negara.
Pandangan tersebut disampaikan Ferdinand di tengah sorotan publik terhadap keberadaan sejumlah ormas, termasuk GRIB Jaya, setelah aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada 27 Agustus 2026.
SETARA Institute Soroti Kekerasan Ormas, Hendardi: Ruang Publik Bukan Milik Kelompok Tertentu
Ferdinand mengatakan Indonesia membutuhkan lebih banyak ormas yang memiliki kepedulian terhadap kepentingan bangsa dan negara. Menurutnya, ormas seharusnya dapat mengambil peran positif, termasuk membantu masyarakat ketika terjadi bencana.
“Kita memang lebih butuh banyak ormas yang mencintai negerinya, bukan asal ormas apalagi ormas preman,” ujar Ferdinand kepada Fajar.co.id, Selasa (1/9/2026).
Ia menekankan bahwa tidak semua organisasi kemasyarakatan dapat dipandang sama. Ferdinand berharap ormas yang berkembang di Indonesia memiliki loyalitas terhadap kepentingan bangsa dan negara.
“Tapi kita butuh ormas yang loyal kepada bangsa dan negara karena mereka lebih kita butuhkan daripada LSM atau aktivis yang justru antek asing,” katanya.
Lebih lanjut, Ferdinand melihat ormas memiliki potensi untuk dilibatkan dalam berbagai kegiatan sosial dan kebangsaan. Salah satunya membantu pemerintah maupun masyarakat dalam penanganan bencana di berbagai daerah.
“Ormas ini bisa digerakkan bela negara dan membantu daerah bencana,” ujarnya.
Menurut Ferdinand, keterlibatan dalam kegiatan sosial dan kebangsaan dapat membuat keberadaan ormas semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Di sisi lain, Ferdinand menyampaikan kritik terhadap sebagian lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan aktivis yang menurut pandangannya justru dapat memicu persoalan di tengah masyarakat.
“Beda dengan LSM dan aktivis antek asing yang hanya membuat negara kacau, melakukan demo anarkis,” katanya.
Ferdinand juga menyatakan dukungan apabila ormas mengambil peran dalam menghadapi aksi demonstrasi yang berlangsung secara anarkis.
“Saya setuju ormas turun melawan LSM dan aktivis antek asing yang lakukan unjuk rasa anarkis atas nama demokrasi,” tandasnya.












