Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Heboh Ceramah Jusuf Kalla, Ferdinand Layangkan Somasi dan Ultimatum Keras

×

Heboh Ceramah Jusuf Kalla, Ferdinand Layangkan Somasi dan Ultimatum Keras

Sebarkan artikel ini
Ferdinand Hutahaean Dalam Program Ngompol Ngomongin Politik 6

Koma.id, JAKARTA – Praktisi hukum Ferdinand Hutahaean melayangkan somasi kepada Wakil Presiden ke-10 RI, Jusuf Kalla, terkait ceramah tentang syahid yang viral di media sosial.

Somasi tersebut dikirim pada Sabtu (11/4) sebagai bentuk keberatan atas isi ceramah yang dinilai menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Ferdinand menegaskan bahwa dirinya mengharapkan adanya klarifikasi dan permintaan maaf dari Jusuf Kalla.

Silakan gulirkan ke bawah

“Kenapa saya harus menyomasi saudara Jusuf Kalla dan saya berharap beliau memberikan klarifikasi dan meminta maaf,” ujar Ferdinand kepada awak media, Senin (13/4).

Ia menilai ceramah tersebut mengandung sejumlah persoalan serius, termasuk dugaan pelanggaran hukum. Menurut Ferdinand, pernyataan yang membahas konsep syahid dalam Islam dan Kristen berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah publik.

“Ceramah tersebut juga memenuhi unsur provokasi, karena pernyataan Islam dan Kristen kalau membunuh yang lain itu syahid,” kata Ferdinand.

Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa pernyataan tersebut dapat memicu konflik apabila diterima oleh masyarakat dengan pemahaman keagamaan yang minim.

“Ini bisa menciptakan potensi chaos yang sangat besar berbasis identitas agama dan konflik atas nama agama bisa pecah di republik ini,” lanjutnya.

Ferdinand menegaskan bahwa somasi ini merupakan langkah awal sebelum membawa persoalan ke ranah hukum. Ia menyatakan tidak akan ragu melaporkan Jusuf Kalla apabila tidak ada tanggapan.

“Kalau saudara Jusuf Kalla tidak melakukan permintaan maaf, saya akan mengambil langkah hukum dengan melaporkan yang bersangkutan karena tiga hal tadi, penyebaran hoaks, penistaan agama, dan provokasi,” tegasnya.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik, mengingat sensitivitas isu keagamaan serta potensi dampaknya terhadap kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.