Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Empat Gerbang Digital hingga GPS Tracker, Begini Cara RT 11 Gandaria Utara Jaga Warganya

×

Empat Gerbang Digital hingga GPS Tracker, Begini Cara RT 11 Gandaria Utara Jaga Warganya

Sebarkan artikel ini
Rt Di Jaksel Pakai Smart Gate Untuk Keluar Masuk Gang Taufiqdetikcom 1776158981762

Koma.id, JAKARTA — Inovasi keamanan berbasis teknologi terus dikembangkan warga RT 11 RW 07, Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Melalui program Bang Jali (Bareng Jaga Lingkungan), lingkungan tersebut menerapkan berbagai sistem keamanan modern, mulai dari gerbang elektronik berbasis RFID, kamera pengawas, hingga pembagian GPS tracker kepada warga untuk membantu mencegah pencurian kendaraan bermotor.

Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang aman dengan menggabungkan pemanfaatan teknologi dan semangat gotong royong masyarakat. Di bawah kepemimpinan Ketua RT 11, Imam Basori atau yang akrab disapa Ibas, warga didorong berpartisipasi aktif menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan.

Silakan gulirkan ke bawah

Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah E-Gate 11, yakni portal elektronik yang menggunakan teknologi Radio-Frequency Identification (RFID). Sistem tersebut diterapkan di empat titik akses lingkungan, dengan jadwal penutupan gerbang pada pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.

Penggunaan E-Gate membantu memperkuat pengawasan akses keluar-masuk lingkungan. Menariknya, sistem gerbang tersebut memanfaatkan panel surya sebagai sumber energi listrik, dengan dukungan dana operasional RT dari Pemerintah Provinsi Jakarta.

Selain gerbang elektronik, RT 11 juga mengembangkan sistem keamanan yang terintegrasi melalui kamera pengawas atau CCTV, patroli warga, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pelaporan kondisi lingkungan. Pembagian GPS tracker kepada warga menjadi langkah tambahan untuk membantu pelacakan kendaraan apabila terjadi pencurian.

Berawal dari Kepedulian dan Gotong Royong

Perjalanan pembenahan RT 11 dimulai ketika Imam Basori terpilih sebagai ketua RT pada 2019. Ia kemudian mengajak warga membangun lingkungan secara bertahap, tidak hanya melalui pembangunan sarana fisik, tetapi juga dengan memperkuat hubungan sosial dan partisipasi masyarakat.

Pada masa pandemi COVID-19, warga memanfaatkan fasilitas lingkungan sebagai tempat belajar bagi anak-anak yang tidak dapat mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Dukungan koneksi Wi-Fi yang dibiayai dari dana operasional RT membantu menyediakan akses pembelajaran bagi sekitar 30 perangkat.

Dari kegiatan tersebut, tumbuh kesadaran bahwa kemajuan lingkungan tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur. Kepercayaan, kepedulian, dan keterlibatan warga menjadi fondasi penting untuk mewujudkan perubahan.

Ibas juga membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pertemuan rutin bulanan. Kegiatan sederhana, seperti merayakan ulang tahun warga bersama-sama, menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga dan mendorong munculnya inisiatif pembenahan lingkungan dari masyarakat sendiri.

Pendekatan tersebut menjadi modal sosial ketika RT 11 mulai memperkuat sistem keamanan. Maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor di kawasan sekitar mendorong warga untuk mencari solusi yang lebih efektif dengan memanfaatkan teknologi.

**Teknologi Berjalan Bersama Partisipasi Warga**

Pengembangan sistem keamanan di RT 11 tidak hanya bertumpu pada perangkat elektronik. Warga tetap dilibatkan dalam kegiatan siskamling dan patroli lingkungan. Pemanfaatan teknologi diarahkan untuk membantu pengawasan, mempercepat penyampaian informasi, serta meningkatkan koordinasi antarwarga.

Melalui program Bang Jali, keamanan dipandang sebagai tanggung jawab bersama. Warga didorong saling mengenal, menjaga komunikasi, dan melaporkan potensi gangguan keamanan sedini mungkin.

Pendekatan ini memperlihatkan bahwa teknologi dapat menjadi alat pendukung bagi penguatan keamanan berbasis masyarakat. Gerbang elektronik, CCTV, GPS tracker, dan sistem pelaporan digital akan lebih optimal apabila disertai kedisiplinan serta kepedulian warga.

**Membangun Lingkungan yang Lebih Baik**

Transformasi RT 11 Gandaria Utara juga berjalan beriringan dengan berbagai program pemberdayaan masyarakat. Selain Bang Jali, lingkungan ini dikenal dengan program Erte English yang mendorong pembelajaran bahasa Inggris bagi warga, serta penataan kawasan melalui mural dan kegiatan kebersihan.

Berbagai inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya mengubah citra lingkungan sekaligus membuka ruang bagi warga untuk berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing.

Pengalaman RT 11 menunjukkan bahwa pembenahan lingkungan dapat dimulai dari lingkup terkecil melalui kepemimpinan yang aktif, penggunaan teknologi secara tepat, dan gotong royong yang berkelanjutan. Dengan menjadikan warga sebagai pelaku utama perubahan, sistem keamanan modern tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan dari ancaman kriminalitas, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.