Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Polhukam

Elektabilitas Dibawah Ganjar & Prabowo ! Sabar Pak Anies Masih ada Waktu Nyalip ? Pilpres Masih Jauh

×

Elektabilitas Dibawah Ganjar & Prabowo ! Sabar Pak Anies Masih ada Waktu Nyalip ? Pilpres Masih Jauh

Sebarkan artikel ini
Elektabilitas Dibawah Ganjar & Prabowo ! Sabar Pak Anies Masih ada Waktu Nyalip ? Pilpres Masih Jauh

Koma.idAnies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta selalu masuk tiga besar dalam bursa calon presiden (capres). Belakangan, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu sering diterpa isu-isu miring dan kritik pedas. Hal ini membuat elektabilitasnya tertinggal oleh tokoh lain yang dicapreskan.

Hasil survei Poltracking terbaru menyebut, hanya ada tiga tokoh yang memiliki tingkat elektabilitas tinggi sebagai capres yang akan bertarung dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Mereka adalah Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo; Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto; dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Sesuai urutannya, Anies harus puas di posisi ketiga.

Silakan gulirkan ke bawah

Menanggapi hasil survei tersebut, Relawan Anies dari Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) mengaku tak khawatir. Dalam sisa waktu sekitar 20 bulan, Anies diyakini bakalan menyalip Ganjar dan Prabowo.

“Marginnya tipis. Masih bisa nyalip lah. Apalagi kalau nanti sudah definitif jadi calon,” kata Ketua Umum GPMI, KH Syarief Hidayatullah saat berbincang dengan Rakyat Merdeka dalam sebuah diskusi di Jakarta Pusat, kemarin.

Syarief mengklaim dalam survei tim dan relawan Anies, jagoannya masih berada di puncak. Apalagi, kini dukungan dari berbagai elemen terus berdatangan. Salah satunya, kelompok ulama yang kabarnya berasal dari eks organisasi terlarang.

“Dukungan terus berdatangan. Dari berbagai kelompok relawan di seluruh nusantara. Dari emak-emak, anak muda, pelaku UMKM, ulama dan tokoh lintas agama,” kata Syarief.

Soal dukungan dari elemen eks organisasi terlarang, Syarief mengakui, ini bisa jadi alat untuk kampanye negatif kepada Anies. Namun, Syarief menegaskan, Anies tidak akan memakai politik identitas dalam kampanye-kampanyenya.

“Anies didukung kelompok kanan radikal. Tunggu dulu, soal eks HTI, FPI, napi teoris, entah benar atau tidak mereka itu pernah gabung dalam organisasi itu, karena ada bantahan kan. Tapi apapun itu, saat deklarasi mereka menyanyikan lagu Indonesia Raya,” tuturnya.

Justru, lanjutnya, deklarasi tersebut jadi kampanye positif bagi Anies. “Ini loh, Anies bisa bikin tobat dan sadar yang katanya kelompok ekstrem. Merangkul semua kalangan. Ada lintas agama dan kelompok,” tegasnya.

Diketahui belum lama ini ada dua deklarasi untuk Anies sebagai Capres 2024. Pertama dari ratusan orang yang mengatasnamakan Front Persaudaraan Islam (FPI) Reborn. Mereka deklarasi di Patung Kuda, Jakarta, Senin (6/6). Yang kedua, Majelis Sang Presiden yang mengklaim berisi para mantan anggota ormas Islam terlarang seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), dan Front Pembela Islam (FPI) hingga mantan narapidana terorisme (napiter) di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (8/6).

Pengamat politik sekaligus Pendiri Lembaga Survei Kelompok Kajian dan Dikusi Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) Hendri Satrio menduga, ada yang janggal dari berbagai deklarasi itu. Kata Hensat, sapaan akrabnya, deklarasi ini menjadi konten yang menarik bagi lawan politik Anies untuk menjadikan bahan kampanye negatif.

“Deklarasi menjadi kebutuhan konten yang menarik sekali bagi lawan politik Anies untuk terus dimunculkan. Apakah mereka adalah eks HTI, FPI, dan napiter yang benar-benar mendukung Anies? Gampang sekali dilacak,” katanya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Soal survei sebelumnya Direktur Eksekutif Poltracking, Hanta Yuda memaparkan, pada simulasi 10 nama calon presiden dalam survei teranyarnya, Ganjar memperoleh suara 26,9 persen. Di posisi kedua, Prabowo denganperolehan 22,5 persen, dan posisi ketiga Anies dengan 16,8 persen.

“Dalam simulasi surat suara 10 nama calon presiden Indonesia, Ganjar memperoleh angka elektabilitas 26,9 persen,” kata Hanta Yuda saat menyampaikan Survei Nasional Proyeksi Kandidat Kuat Kandidasi Pilpres 2024 yang digelar Poltracking Indonesia di Bidakara, Kamis (9/6).

Di posisi keempat ditempati Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 3,6 persen; Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil 3,4 persen, Menteri BUMN, Erick Thohir 2,6 persen: Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno 2,2 persen; Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa 2,0 persen; Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto 1,8 persen; dan Ketua DPR, Puan Maharani 1,2 persen.

Dalam hasil simulasi 3 nama calon presiden, Ganjar kembali unggul sebagai pejabat dengan elektabilitas tertinggi. Ganjar memperoleh suara 30,6 persen mengungguli Prabowo Subianto 26,8 persen serta Anies Baswedan 19,8 persen.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.