Koma.id– Selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, penciptaan lapangan kerja diperkirakan baru mencapai 2,8 juta hingga 2,9 juta, masih jauh dari target 19 juta lapangan kerja dalam lima tahun. Pengamat ketenagakerjaan Timboel Siregar menilai capaian tersebut belum memadai untuk mengimbangi pertumbuhan angkatan kerja yang mencapai sekitar tiga juta orang per tahun sekaligus mengurangi pengangguran.
“Selama 2 tahun ini kan sekitar 2,8 juta, di bawah 3 juta. Mungkin 2,8 sampai 2,9 juta. Artinya belum mencapai kalau (targetnya) 19 juta bagi 5 tahun itu kan hampir 4 juta. Ini 2,8 juta, 3 juta saja tidak menyentuh,” kata Timboel, dikutip.
Survei IPO soal Elektabilitas Partai Politik : Gerindra Tertinggi, Disusul PDIP dam Golkar
Ia juga menyoroti dominasi sektor informal, dengan sekitar 1,1 juta dari 1,4 juta lapangan kerja yang terbentuk pada semester I 2026 berasal dari sektor tersebut, sementara pekerjaan formal diperkirakan hanya menyerap 200.000 hingga 300.000 orang.
Menurut Timboel, pekerjaan formal relatif memberikan kepastian upah, jam kerja, dan jaminan sosial yang lebih baik dibandingkan pekerjaan informal. Ia turut menyoroti masih adanya sekitar 7,2 juta pengangguran terbuka dan 11 juta setengah pengangguran di Indonesia.
Karena itu, Timboel menilai pemerintah perlu mempercepat penciptaan lapangan kerja sekaligus meningkatkan kualitas pekerjaan agar target penyerapan tenaga kerja dan kesejahteraan pekerja dapat tercapai.









