Koma.id– Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan alasan ketidakhadirannya dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto karena sedang memimpin penanganan darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Ciremai.
Dedi mengaku telah berkoordinasi dan melaporkan situasi tersebut melalui WhatsApp kepada Menteri Sekretaris Negara dan Sekretaris Kabinet karena penanganan kebakaran bertepatan dengan agenda pengarahan presiden. Ia memastikan karhutla yang menghanguskan sekitar 30 hektare lahan kini sudah dapat dikendalikan melalui pemadaman udara menggunakan helikopter bantuan serta pengerahan sedikitnya 500 personel gabungan di darat.
“Kami sudah berkomunikasi dan melapor via WhatsApp kepada Pak Mensesneg dan Seskab terkait situasi darurat karhutla di Gunung Ciremai yang bersamaan dengan acara pengarahan Presiden,” ujar Dedi Mulyadi dikutip.
KPU dan Gibran ke Dilaporkan ke Bawaslu
Pemprov Jabar menduga kebakaran dipicu tindakan sengaja membakar semak dan ilalang menjelang musim tanam pada November. Selain itu, Dedi menyoroti dugaan pembalakan liar dan pencurian kayu sonokeling di kawasan hutan lindung, bahkan menyiapkan hadiah pribadi sebesar Rp10 juta bagi masyarakat yang memberikan informasi akurat mengenai pelaku pencurian kayu tersebut.














