Koma.id – Mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Rafael Alun Trisambodo, disebut ingin kabur ke luar negeri. Ayah dari tersangka penganiayaan brutal Mario Dandy itu lantas angkat bicara.
“Tidak benar kabar soal itu (kabur ke luar negeri). Saya selalu hadir saat diminta keterangan oleh KPK dan Inspektorat Jendral Kementerian Keuangan untuk mengklarifikasi harta saya,” kata Rafael, Sabtu (25/3/2023).
Rafael juga merasa keberatan soal tudingan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terhadap dirinya, seraya menegaskan dirinya selalu melaporkan kepemilikan harta dan sumber pendapatan serta dapat menjelaskan asal usul perolehan harta tersebut.
Dia menyebut, keterangan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait pemblokiran rekening konsultan pajak karena diduga membantunya melakukan TPPU adalah tak berdasar.
“Saya tidak pernah menggunakan jasa konsultan pajak. Jika memang diduga ada bantuan dari konsultan pajak mohon dijelaskan bantuannya seperti apa?” kata Rafael.
Boni Hargens soal Pengamanan Demo 27 Agustus 2026, Anggap Polri Makin Dipercaya Jaga Keamanan
Diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih melakukan penyelidikan dugaan harta jumbo yang janggal milik Rafael Alun.
Harta kekayaan itu menjadi sorotan publik setelah putra Rafael, Mario Dandy Satrio, menganiaya anak pengurus GP Ansor hingga kritis.








