Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

BMKG Catat 9 Gempa Guncang Indonesia: Paling Kuat Magnitudo 5,6 di Laut Sulawesi

×

BMKG Catat 9 Gempa Guncang Indonesia: Paling Kuat Magnitudo 5,6 di Laut Sulawesi

Sebarkan artikel ini
BMKG Catat 9 Gempa Guncang Indonesia: Paling Kuat Magnitudo 5,6 di Laut Sulawesi
Seismometer alat yang digunakan untuk mendeteksi dan merekam getaran bumi yang dihasilkan oleh gempa, aktivitas gunung berapi dan aktivitas lainnya. (Foto/Istimewa)

Koma.id Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan rentetan gempa bumi mengguncang sejumlah wilayah Indonesia pada Senin (13/10) dini hari. Dalam rentang waktu sekitar empat jam, tercatat sembilan kali aktivitas gempa dengan kekuatan bervariasi antara magnitudo 2,0 hingga 5,6.

 

Silakan gulirkan ke bawah

Gempa terkuat terjadi pada pukul 00.06 WIB dengan magnitudo 5,6 di 799 km barat laut Melonguane, Sulawesi Utara, pada kedalaman 104 kilometer. Guncangan ini terdeteksi di laut dan tidak berpotensi tsunami.

 

Selain itu, beberapa wilayah lain juga mengalami gempa dengan kekuatan rendah hingga sedang. Berikut daftar gempa yang terpantau BMKG, yaitu:

00.33 WIB – Magnitudo 2,0, lokasi 16 km barat laut Poso, Sulawesi Tengah, kedalaman 10 km.

00.37 WIB – Magnitudo 2,8, lokasi 48 km timur laut Tambolaka, NTT, kedalaman 37 km.

00.38 WIB – Magnitudo 4,3, lokasi 338 km timur laut Melonguane, Sulut, kedalaman 10 km.

01.38 WIB – Magnitudo 3,6, lokasi 115 km timur laut Melonguane, Sulut, kedalaman 67 km.

02.35 WIB – Magnitudo 2,3, lokasi 20 km tenggara Kabupaten Solok, Sumatera Barat, kedalaman 10 km.

02.56 WIB – Magnitudo 2,6, lokasi 2 km barat laut Jailolo, Maluku Utara, kedalaman 10 km.

03.14 WIB – Magnitudo 3,6, lokasi 136 km barat daya Kabupaten Garut, Jawa Barat, kedalaman 10 km.

04.05 WIB – Magnitudo 2,5, lokasi 71 km barat laut Halmahera Barat, Maluku Utara, kedalaman 26 km.

BMKG menegaskan bahwa informasi ini bersifat sementara karena data masih dapat berubah seiring dengan proses pemutakhiran.

“Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” demikian pernyataan resmi BMKG melalui akun X (Twitter).

Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan atau korban jiwa akibat gempa-gempa tersebut.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG terkait perkembangan aktivitas seismik di wilayah masing-masing.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.