Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Politik

Bamsoet Buka Suara, MPR Tolak Keras Praktik Politik Identitas di Pilpres 2024

×

Bamsoet Buka Suara, MPR Tolak Keras Praktik Politik Identitas di Pilpres 2024

Sebarkan artikel ini
Bamsoet Buka Suara, MPR Tolak Keras Praktik Politik Identitas di Pilpres 2024

Koma.id Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menegaskan pihaknya menolak keras praktik politik identitas dalam helatan demokrasi Pilpres 2024 mendatang.

“Saya sebagai Ketua MPR tentu saja tidak menghendaki politik identitas, kita pernah merasakan itu dan residunya masih ada sampai hari ini,” kata Bamsoet kepada awak media dikutip Senin (20/2/2023).

Silakan gulirkan ke bawah

Menurut Bamsoet, politik identitas sangat berbahaya. Buktinya, dampak politik indentitas Pemilu sebelumnya, masih terasa hingga saat ini.

Dia berharap, di Pemilu 2024 nanti persaingan antar kandidat berjalan sehat. Tidak seperti di Pemilu 2019, yang berujung perpecahan di masyarakat.

“Ke depan kita bicara soal persaingan yang sehat, siap bersaing dan siap bersanding tanpa membawa isu-isu yang berpotensi memecah belah di antara kita sesama anak bangsa,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Ummat, Ridho Rahmadi, dalam Rakernas pekan lalu, dengan tegas menyatakan bahwa partai mereka berlandaskan politik identitas dan akan menggunakan masjid untuk kepentingan “politik gagasan”.

Ridho menyampaikan pendapatnya bahwa politik tak bisa dipisahkan dari agama.

“Sedangkan nilai-nilai moralitas agama memberikan referensi yang absolut yang permanen yang tidak pernah berubah lintas zaman, lintas generasi. Kemudian kalau kita pisahkan dari politik, maka politik kita yang tanpa arah, politik yang nanti referensinya kebenaran yang relatif situasional,” ujar Ridho.

Atas dasar itu, Ridho berani menyebut Partai Ummat menganut politik identitas. Menurut Ridho, politik identitas adalah politik yang Pancasilais.

 

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.