Koma.id– Direktur Program Rumah Milenial Indonesia, Samuel Hutapea, mengatakan Konferensi Tingkat Tinggi G20 Bali, tak hanya melahirkan dampak positif bagi ekonomi nasional, tetapi juga meningkatkan kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia.
Untuk itu, ia menyanyangkan masih ada kelompok yang tak sadari hal itu dan rela dikendalikan pihak asing untuk aktif tolak KTT G20 di tanah kelahirannya sendiri.
“KTT G20 Bali ini banyak manfaatnya. Kalau kepercayaan kepada Indonesia terus naik ujungnya terjadi kerja sama. Jadi penolak G20 tidak nasionalis dan mau gadaikan Indonesia. Patut dipertanyakan merah putihnya,” kata Samuel, kepada Koma.id, Senin (14/11/2022).
Menurut Samuel, pertemuan Kepala Pemerintahan/Negara anggota G20 yang tergabung dalam forum kerja sama internasional yang dihadiri 20 negara anggota G20 itu, wajib didukung seluruh elemen masyarakat karena berdampak bagi Indonesia.
Salah satunya seperti sektor hospitality di Bali, sebelumnya vakum selama pandemi Covid-19 sekarang dikabarkan merekrut banyak tenaga kerja dalam menghadapi pertemuan KTT G20 Bali.
“Suruh melek, Bali sedang pemulihan ekonomi jadi pantas kelompok penentang G20 di usir karena bikin rusuh dan gaduh. Jadi layak jika masyarakat Bali usir mereka,” tutup Samuel.













