Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Gawat Bro !! Warga Mengadu Dimintai Ratusan Juta Rupiah oleh Oknum DKI untuk Urus Pembebasan Lahan, Benar Aja Ada yang Mulai Gerah dengan Pengaduan Posko Balaikota

Views
×

Gawat Bro !! Warga Mengadu Dimintai Ratusan Juta Rupiah oleh Oknum DKI untuk Urus Pembebasan Lahan, Benar Aja Ada yang Mulai Gerah dengan Pengaduan Posko Balaikota

Sebarkan artikel ini
Pengaduan warga DKI ke Heru
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono saat memantau posko pengaduan masyarakat di Pendopo Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, pada Rabu (19/10/2022) pagi atau saat hari ketiga menjabat

Koma.id – Sejumlah warga mengadu ke posko layanan di Balai Kota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, yang dibuka kembali pada Selasa (18/10/2022) pagi. Salah satu warga bernama Martina Gunawan mengadu karena kliennya memiliki masalah sengketa lahan dengan Pemerintah Provinsi DKI.

Adapun lahan tersebut berada di Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, tepatnya di depan Universitas Respati Indonesia.

Silakan gulirkan ke bawah

“Kami mengajukan lahan ini untuk dibebaskan oleh Pemprov DKI Jakarta, mulai dari tahun 2016. Setelah dilihat zonasinya, lahan milik kami ini hijau, sehingga kami diberikan disposisi,” kata Martina di Balai Kota DKI, Selasa pagi.

Martina mengaku, ia juga dimintai uang oleh petugas Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI guna mempercepat penyelesaian pembebasan lahan milik kliennya. Permintaan itu sejak 2019.

“Saya ditelpon, bukan saya yang mengajukan, oleh salah stafnya di dinas untuk hadir, untuk bikin komitmen,” kata Martina.

“Saya disuruh datang ke dinas dan disediakan waktunya, ruangannya. Ada pejabatnya, transaksi berlangsung,” ujar dia.
Namun, Martina tidak pernah memberikan uang sepeser pun.

Ia mengaku dimintai uang dengan jumlah bervariasi, mulai dari Rp 150 juta hingga 2,5 persen dari harga total tanah oleh salah satu petugas di unit pelaksana teknis (UPT) Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI.

“Nilainya variatif, Rp 150 juta sampai 2,5 persen, sampai lebih dari itu. Saya tidak mau bayar sepersen pun,” kata Martina.

Martina berharap, laporannya itu ditindaklanjuti Pemerintah Kota Jakarta Timur dan Pemerintah Provinsi DKI.

“Saya sudah mengadu lebih dari 10 kali, baik ke gubernur yang lama, baik ke camat, wali kota, RT/RW, dan tidak ada sambutan untuk kami ke permasalahannya. Pengaduan udah dimulai tahun 2019,” kata Martina. “Kami merasa dilakukan tidak profesional, memihak, bertele-tele, dan ada permintaan uang di sini, yang terus terang kami sebagai warga biasa kami mengalami kebingungan,” tutur dia.

Sebelumnya, penjabat Gubernur DKI Heru Budi Hartono mengaku bakal menerapkan kembali sistem pengaduan masyarakat secara langsung di Balai Kota DKI Jakarta, yang sempat diterapkan era Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Heru mengaku bakal membahas sistem pengaduan ini dengan jajarannya pada Selasa ini.

Reaksi Pj Gubernur DKI Respon adanya Pungli

enjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono merespons aduan warga yang mengaku dimintai uang oleh petugas Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta. Heru menyebut, laporan soal petugas yang meminta uang itu akan ditindaklanjuti oleh Inspektorat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. “Ya, itu ada mekanismenya, biar inspektorat yang melayani,” tuturnya di Balai Kota DKI. Saat kembali ditanya apakah Pemprov DKI akan menindaklanjuti laporan itu, Heru menegaskan bahwa jajarannya akan melakukan hal tersebut. “Iya, ada proses BAP (berita acara pemeriksaan),” sebut dia.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.