Koma.id – Pencapresan Anies Baswedan oleh Partai NasDem enggan dikomentari Presiden Joko Widodo (Jokowi) lantaran masih dalam suasana duka usai tragedi Kanjuruhan.
“Saya tidak ingin berkomentar karena posisinya masih kita dalam suasana duka,” kata Jokowi, Senin (3/10/2022).
Menanggapi hal itu, politisi Partai Gelora, Fahri Hamzah angkat suara soal deklarasi pencapresan Anies Baswedan di tengah suasana duka.
“Ya itu mungkin bisa dimensinya kompleks ya bisa juga anggapan itu juga kembali kepada konstelasi politik yang ada tentang apakah kejadian politik hari ini itu dianggap sebagai kegiatan oposisi atau bukan,” kata Fahri Hamzah dikutip Koma.id dari YouTube Total Politik, Rabu (5/10/2022).
Fahri Hamzah menilai, deklarasi pencapresan tersebut dianggap sebagai peristiwa yang kurang pas dengan adanya peristiwa besar menyangkut hilangnya ratusan nyawa dalam sejarah umat manusia.
“Peristiwa besar karena itu dia enggak boleh skip begitu saja. Hilang satu nyawa pun itu harus ada tangisan massal bahwa kita tidak terima dengan hilangnya nyawa ini. Nah peristiwa dekalrasi ini dianggap skip terhadap hilangnya nyawa itu,” kata Fahri Hamzah.
“Itu sebabnya bisa jadi muncul tanggapan lain yang mengatakan kenapa enggak ditunda beberapa hari sampai kita hilang dukanya,” tukas dia.













