Koma.id – Ratusan orang dari Dewan Pimpinan Cabang ikatan pelajar dan Mahasiswa Nduga se-Indonesia (DPC IPMNI) melakukan aksi unjukrasa terkait mutilasi terhadap 4 warga Nduga di Kabupaten Mimika oleh oknum TNI.
Aksi demonstrasi berlangsung di Jalan Biak, Lingkaran Abepura, Kota Jayapura, Papua, Senin (5/9/2022).
Dalam aksi tersebut massa mendesak Presiden RI Joko Widodo, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, Kapolda Papua Irjen pol Martinus D Fakhiri, Pangdam XVII Cenderawasih, dan Kapolres Mimika segera menuntaskan kasus mutilasi 4 warga sipil oleh oknum TNI.
“6 anggota TNI yang melakukan mutilasi harus di adili di pengadilan umum,” kata
korlap aksi Lepania Doronggi, Senin (5/9/2022).
Sementara itu untuk aksi unjukrasa di lingkaran Abepura atas tidak mengantongi Ijin maka massa ditahan oleh pihak kepolisian yang dipimpin oleh Kapolsek Abepura AKP E. Simanjuntak.
Di samping itu, perwakilan massa juga sempat melakukan mediasi dengan Kapolsek Abepura AKP E. Simanjuntak, hasilnya ada kesepakatan bahwa 20 orang dari massa aksi akan di bawa kekantor DPRP untuk menyampaikan pendapat mereka secara langsung.
Awal Kasus 6 Oknum TNI Mutilasi 4 Warga Sipil
Sebelumnya, empat warga Timika, Kabupaten Mimika, Papua, diduga menjadi korban mutilasi. Peristiwa sadis itu disinyalir melibatkan oknum prajurit TNI Angkatan Darat di Papua.
Dihimpun dari berbagai sumber, ada empat warga sipil menjadi korban mutilasi, masing-masing bernama Arnold Lokbere, Irian Nirigi, Leman Nirigi dan seorang korban lainnya.
Peristiwa pembunuhan sadis itu terjadi pada 22 Agustus sekitar pukul 21.50 WIT di kawasan SP 1, Distrik Mimika Baru.
Motif dan modus di balik penemuan jenazah korban mutilasi akhirnya terungkap setelah polisi melakukan penyelidikan.
Peristiwa pembunuhan sadis itu terjadi pada 22 Agustus sekitar pukul 21.50 WIT di kawasan SP 1, Distrik Mimika Baru.
Motif dan modus di balik penemuan jenazah korban mutilasi akhirnya terungkap setelah polisi melakukan penyelidikan.
Awalnya para pelaku berpura-pura ingin menjual senjata api dan empat orang korban tertarik dan mendatangi para pelaku sembari membawa uang Rp250 juta.
Lalu pelaku dan korban sepakat bertemu di Distrik Mimika Baru. Saat bertemu para pelaku langsung membunuh dan memutilasi korban. Setelah itu jenazah mereka dibuang ke Sungai Kampung Pigapu, Distrik Iwaka.
Setelah itu para pelaku menuju ke Jalan masuk Galian C Kali Iwaka dan membakar mobil Toyota Calya yang disewa oleh para korban.








