Koma.id – Menjelang jabatannya lengser alias habis masa jabatan sebagai Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tampak merubah sebanyak 23 jalan yang ada di Ibu Kota.
Hal itu membuat publik khawatir, terutama bagaimana dengan urusan administrasi dengan pihak terkait. Mulai dari sertifikat tanah yang berkaitan dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN), Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) kartu keluarga dan KTP dengan alamat yang masih lama.
Sementara itu, Gubernur Anies menegaskan perubahan nama jalan itu tidak akan mengganggu administrasi kependudukan milik warga. Pasalnya, Pemprov DKI Jakarta sudah berkoordinasi soal urusan administrasi dengan pihak terkait.
“Insya Allah enggak ada masalah dan nanti di kependudukan Dukcapil jadi KTP, Kartu Keluarga dan lain-lain secara bertahap bisa langsung diperbaharui dengan nama yang baru sehingga tidak menimbulkan masalah,” kata Anies.
Sebelumnya, Anies di dampingi jajarannya, para tokoh dan ulama di ibu kota mengesahkan sejumlah nama jalan pada Senin (21/6/2022) di Perkampungan Budaya Betawi, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Penggantian nama jalan itu bertujuan untuk mengingatkan masyarakat Kota Jakarta pada jasa-jasa para pejuang serta seniman yang mengangkat nama Betawi atau Jakarta.
Berikut 22 nama jalan tersebut:
1. Jalan Entong Gendut (sebelumnya Jalan Budaya)
2. Jalan Haji Darip (sebelumnya Jalan Bekasi Timur Raya)
3. Jalan Mpok Nori (sebelumnya Jalan Raya Bambu Apus)
4. Jalan H. Bokir Bin Dji’un (sebelumnya Jalan Raya Pondok Gede)
5. Jalan Raden Ismail (sebelumnya Jalan Buntu)
6. Jalan Rama Ratu Jaya (sebelumnya Jalan BKT Sisi Barat)
7. Jalan H. Roim Sa’ih (sebelumnya Bantaran Setu Babakan Barat)
8. Jalan KH. Ahmad Suhaimi (sebelumnya Bantaran Setu Babakan Timur)
9. Jalan Mahbub Djunaidi (sebelumnya Jalan Srikaya)
10. Jalan KH. Guru Anin (sebelumnya Jalan Raya Pasar Minggu sisi Utara)
11. Jalan Hj. Tutty Alawiyah (sebelumnya Jalan Warung Buncit Raya)
12. Jalan A. Hamid Arief (sebelumnya Jalan Tanah Tinggi 1 gang 5).
13. Jalan H. Imam Sapi’ie (sebelumnya Jalan Senen Raya)
14. Jalan Abdullah Ali (sebelumnya Jalan SMP 76).
15. Jalan M. Mashabi (sebelumnya Jalan Kebon Kacang Raya Sisi Utara).
16. Jalan H. M. Shaleh Ishak (sebelumnya Jalan Kebon Kacang Raya Sisi Selatan).
17. Jalan Tino Sidin (sebelumnya Jalan Cikini VII).
18. Jalan Mualim Teko (sebelumnya Jalan depan Taman Wisata Alam Muara Angke).
19. Jalan Syekh Junaid Al Batawi (sebelumnya Jalan Lingkar Luar Barat).
20. Jalan Guru Ma’mun (sebelumnya Jalan Rawa Buaya).
21. Jalan Kyai Mursalin (sebelumnya Jalan di Pulau Panggang).
22. Jalan Bang Pitung (sebelumnya Jalan Raya Kebayoran Lama)







