KOMA.ID, JAKARTA – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani melaporkan realisasi investasi nasional yang mencapai Rp3.923 triliun selama dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Laporan tersebut disampaikan Rosan kepada Prabowo dalam Rapat Terbatas (Ratas) Ekonomi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Sekretaris Kabinet Merah Putih, Teddy Indra Wijaya, menyampaikan bahwa capaian investasi tersebut turut diikuti penciptaan lapangan kerja bagi jutaan orang serta peningkatan pemerataan investasi ke luar Pulau Jawa.
“Nilai investasi yang masuk ke Indonesia mencapai hampir 4 ribu triliun rupiah, tepatnya senilai Rp 3.923 triliun,” kata Teddy.
Berdasarkan laporan tersebut, total tenaga kerja yang tercipta dari realisasi investasi selama periode itu mencapai 5.485.944 orang atau sekitar 5,48 juta tenaga kerja.
Survei Poltracking Tunjukkan Bantuan Pemerintah dan MBG Picu Kepuasan Publik pada Prabowo-Gibran
“Jumlah tenaga kerja yang diciptakan mencapai 5,5 juta orang, tepatnya 5.485.944 tenaga kerja,” ujarnya.
Sementara itu, investasi di luar Jawa mencapai 50,6 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa realisasi penanaman modal tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa, tetapi juga menjangkau berbagai wilayah lain di Indonesia.
Capaian investasi dan penyerapan tenaga kerja tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional, meningkatkan nilai tambah melalui hilirisasi, serta memperluas kesempatan kerja.
Pemerintah juga mendorong pemerataan pembangunan melalui penyebaran investasi ke berbagai daerah agar manfaat kegiatan ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Laporan Rosan dalam rapat tersebut menjadi salah satu pembahasan mengenai perkembangan ekonomi nasional dalam dua tahun pertama pemerintahan Prabowo, sekaligus bagian dari evaluasi kebijakan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan memperkuat daya saing Indonesia.
“Capaian ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi, mendorong nilai tambah melalui hilirisasi, serta memperluas kesempatan kerja dan pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia,” pungkas Teddy.














