Koma.id, JAKARTA — Warga RT 11 RW 7 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, terus menghadirkan inovasi untuk membangun lingkungan yang modern dan mandiri. Salah satu terobosan yang tengah disiapkan adalah aplikasi RT 11 Mart, sebuah platform digital yang dirancang untuk memasarkan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) warga sekaligus membuka peluang penghasilan tambahan bagi masyarakat.
Ketua RT 11, Imam Basori atau yang akrab disapa Ibas, menjelaskan bahwa RT 11 Mart akan menjadi sarana bagi warga untuk membeli berbagai makanan dan jajanan dari warung di sekitar lingkungan melalui sistem pemesanan berbasis aplikasi.
Berbagai produk, mulai dari bakso, ketoprak, gorengan hingga makanan lainnya, akan didata dan dimasukkan ke dalam sistem. Dengan begitu, pelaku UMKM lokal memiliki kesempatan memperluas jangkauan pemasaran tanpa harus bergantung sepenuhnya pada transaksi langsung.
Aplikasi ini dikembangkan dengan memanfaatkan kemampuan teknologi yang dimiliki warga. Konsepnya tidak hanya menghadirkan kemudahan berbelanja, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi lokal yang melibatkan penjual, pembeli, dan kurir dari lingkungan sendiri.
“Yang penting dia pegang HP. Anak-anak justru menjadi semangat, bisa jadi dapat jajan, kan? Karena nanti bagi hasil, separuh untuk kurir, separuh untuk aplikasi,” ujar Ibas.
Melalui skema tersebut, warga yang berminat menjadi kurir dapat mendaftarkan diri kepada pengurus RT. Pendapatan dari layanan aplikasi direncanakan dibagi antara kurir dan pengelolaan platform, sedangkan bagian untuk aplikasi akan dimasukkan ke kas warga.
Ibas menegaskan bahwa dana tersebut akan dimanfaatkan kembali untuk mendukung pembangunan lingkungan, bukan menjadi keuntungan pribadi pengurus. Dengan model ini, aktivitas ekonomi sehari-hari diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Saat ini, RT 11 Mart masih dalam tahap pengembangan. Peluncurannya direncanakan bersamaan dengan program Erte English, yang menjadi salah satu andalan warga dalam mengembangkan potensi lingkungan.
Bangun Empat Pilar, dari Keamanan hingga Ekonomi
RT 11 Gandaria Utara mengembangkan konsep pembangunan lingkungan melalui empat pilar utama, yaitu keamanan, lingkungan, pendidikan, dan ekonomi. Keempatnya dirancang saling mendukung untuk menciptakan kawasan yang nyaman sekaligus produktif.
Dalam bidang keamanan, warga telah memanfaatkan sejumlah fasilitas berbasis teknologi, seperti E-Gate 11, CCTV, sistem komunikasi Si Jaga Warga, dan panic button. Fasilitas tersebut ditujukan untuk memperkuat pengawasan serta mempercepat respons terhadap situasi darurat.
Sementara itu, kepedulian terhadap lingkungan diwujudkan melalui program Komposter Keliling (Komling) dan Komposter Mandiri (Koma). Program ini mendorong pengelolaan sampah organik agar lebih bermanfaat dan mendukung kebersihan kawasan.
Pada sektor pendidikan, warga mengembangkan Erte English dengan menggandeng tenaga pengajar dari Kampung Inggris, Pare, Kediri. Sebanyak empat pengajar dilibatkan untuk memberikan pembelajaran bahasa Inggris kepada warga dari berbagai kelompok usia secara gratis.
Program tersebut diarahkan untuk membangun kemampuan komunikasi warga sekaligus mempersiapkan lingkungan agar lebih terbuka terhadap kunjungan masyarakat dari luar daerah.
Pembelajaran bahasa Inggris juga diperkuat melalui mural edukatif di tembok-tembok lingkungan. Selain mempercantik kawasan, mural tersebut menjadi media belajar yang dapat dimanfaatkan warga dalam kegiatan sehari-hari.
Ibas berharap, kemampuan berbahasa Inggris yang terus berkembang dapat menjadi modal untuk menggerakkan potensi ekonomi. Jika semakin banyak pengunjung datang, pelaku UMKM setempat berpeluang memperoleh pelanggan baru dan lingkungan dapat mengembangkan aktivitas ekonomi yang berkelanjutan.
Ketahanan Pangan Jadi Modal Kemandirian Warga
Selain mengembangkan teknologi dan pendidikan, RT 11 juga memperkuat ketahanan pangan melalui partisipasi masyarakat. Warga memanfaatkan ruang yang tersedia untuk menanam sayuran dan mengelola kolam ikan yang hasilnya dapat dimanfaatkan secara gratis.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian pangan di tingkat lingkungan. Menurut Ibas, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat perlu berjalan beriringan dengan pengembangan ekonomi agar warga dapat merasakan manfaat pembangunan secara langsung.
Ke depan, ia juga berharap adanya dukungan pemerintah untuk pengadaan panel surya guna menunjang kebutuhan energi di lingkungan RT 11.
Saat ini, panel surya telah tersedia dalam kapasitas terbatas. Penambahan fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung penerangan kawasan dan mengurangi beban pengeluaran listrik yang selama ini menggunakan sistem token.
Ibas menilai, pemanfaatan energi terbarukan akan membantu keberlanjutan program lingkungan, termasuk fasilitas keamanan dan kegiatan pendidikan yang tengah dikembangkan.
Berbagai inisiatif tersebut menunjukkan bahwa pembangunan lingkungan dapat dimulai dari kebutuhan sehari-hari masyarakat. Melalui pemanfaatan teknologi, penguatan UMKM, pendidikan, ketahanan pangan, serta pengelolaan lingkungan, RT 11 Gandaria Utara berupaya membangun kawasan yang tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga mandiri secara ekonomi.
Kehadiran RT 11 Mart diharapkan menjadi langkah berikutnya untuk menghubungkan potensi usaha warga dengan teknologi digital, sekaligus memastikan manfaatnya kembali kepada masyarakat melalui pengembangan kas dan pembangunan lingkungan.














