Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Gerakan Nasional Anti Narkoba Apresiasi Kapolri Operasi Serentak Berantas Narkoba

×

Gerakan Nasional Anti Narkoba Apresiasi Kapolri Operasi Serentak Berantas Narkoba

Sebarkan artikel ini
Suyudi Ario Seto Dan Prabowo Subianto
Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto saat menerima jabatan baru sebagai Kapolri pada hari Kamis, 1 Oktober 2026.

Koma.id – Gerakan Nasional Anti Narkoba (Ganas Annar) MUI Pusat mengapresiasi langkah Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto yang menginstrusikan jajaran untuk operasi serentak pemberantasan narkoba di Indonesia.

Ketua Ganas Annar MUI Pusat, Noor Sidharta, berharap pemberantasan narkoba ke depannya semakin terarah dan berkelanjutan.

Silakan gulirkan ke bawah

“Kami dari Gerakan Nasional Anti Narkoba (Ganas Annar) MUI Pusat menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap langkah awal Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dalam memperkuat pemberantasan narkoba, termasuk antara lain penindakan di Kampung Ambon dan di beberapa tempat lain yang dikenal sebagai tempat atau sarang peredaran narkoba,” kata Sidharta kepada wartawan, Minggu (11/10/2026).

Sidharta percaya dengan rekam jejak Jenderal Suyudi sebagai Kepala BNN sebelumnya. Ia mengatakan operasi pemberantasan narkoba yang dilakukan Polri sejalan dengan arahan dari Presiden Prabowo.

“Kami berharap pemberantasan narkoba semakin terarah, tegas, sistematis, dan berkelanjutan. Kami gembira beliau yang ditunjuk sebagai Kapolri, apalagi sebagai Kepala BNN beliau beberapa kali meminta menghentikan peredaran vape yang merupakan salah satu media peredaran narkoba cair yang digunakan untuk mengisi cartridge vape,” ujar Sidharta.

“Langkah ini Alhamdulillah juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pemberantasan narkoba sebagai salah satu prioritas nasional,” tambahnya.

Kendati demikian, ia mengatakan pemberantasan narkoba tidak cukup hanya melalui penindakan. Diperlukan strategi komprehensif yang mencakup pencegahan pemakaian, pemutusan jaringan peredaran, penelusuran dan penyitaan aset bandar, rehabilitasi korban penyalahgunaan, serta penguatan edukasi dan pencegahan berbasis keluarga, pendidikan, dan masyarakat.

“Apalagi kami melihat narkoba saat ini bahkan diperkenalkan sebagai obat kuat, obat anti ngantuk dan lain-lain sehingga masyarakat awam mau memakai karena tidak menganggap narkoba tersebut adalah bahan haram atau narkotika,” ujar Sidharta.

“Itu salah satu yang membuat peredaran narkoba sedemikian marak bahkan sampai ke tempat-tempat lembaga keagamaan seperti pesantren, vihara, gereja dan lain-lain. Konsumen juga sangat beragam, dari pekerja kasar seperti kuli panggul, pegawai kapal ikan yang harus berlayar berhari-hari, supir angkutan antar kota dan lain-lain. Harapan kami, kepemimpinan Kapolri yang baru mampu menghadirkan pemberantasan narkoba yang tidak hanya tegas dalam penegakan hukum, tetapi juga terukur hasilnya dalam menyelamatkan generasi bangsa,” ungkapnya.

Sidharta mengungkap pengalamannya selama delapan tahun sebagai Sekjen LPSK. Ia menyebut tindak kejahatan narkotika seringkali berkaitan dengan TPPU hingga TPPO.

“USA sebagai negara superpower saja kewalahan memberantas, antara lain karena uang mereka sampai ke misal oknum-oknum senator di negara-negara bagian strategis. Meksiko, kita tahu mereka bisa mempunyai alat perang yang setara militer pemerintah mereka, bahkan menurut informasi yg saya peroleh, senjata yang dikirim amerika ke Ukraina misalnya, bocor sampai ke kartel-kartel di sana. Sistem jaringan ini membuat para pelaku utama atau bandar besarnya sangat sulit ditangkap,” ujar dia.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.