Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaDaerah

Longsor Tutup Jalur Trans Sulawesi di Parigi Moutong, Lalin Lumpuh

×

Longsor Tutup Jalur Trans Sulawesi di Parigi Moutong, Lalin Lumpuh

Sebarkan artikel ini
Longsor Akses Jalan

Koma.id | Parigi Moutong – Material tanah longsor menutup ruas Jalan Trans Sulawesi di Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Jumat (28/08) pagi. Akibatnya, arus lalu lintas di jalur penghubung antarprovinsi itu lumpuh total.

Kapolsek Kasimbar, Ipda I Komang Sukania, mengatakan longsor terjadi sekitar pukul 07.00 Wita.

Silakan gulirkan ke bawah

“Sementara masih dilakukan pembersihan, mudah-mudahan siang ini bisa diselesaikan,” ujarnya. Menurutnya, terdapat tujuh titik longsor di Desa Labuan Donggulu dan Desa Peningka. Longsor dipicu hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut sejak dini hari.

Selain menutup badan jalan, longsor juga membawa material kayu dan batu yang menyebabkan satu jembatan di wilayah Kasimbar amblas. Petugas gabungan bersama warga setempat saat ini berupaya membersihkan material lumpur dan batu agar jalur transportasi kembali normal.

Bencana hidrometeorologi juga melanda Parigi Moutong dua hari sebelumnya. Banjir bandang menerjang Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Rabu (26/08) dini hari. Hujan deras menyebabkan sungai meluap, merusak belasan rumah dan menutup badan jalan utama.

Plt Kepala BPBD Parimo, Rivai, menyebut tidak ada korban jiwa, namun 28 KK di Dusun II dan 40 KK di Perum Nelayan terdampak langsung. Sebanyak 12 KK harus mengungsi. Data sementara mencatat 12 rumah rusak berat, 55 rumah terendam lumpur, serta pagar sebuah pabrik durian rusak akibat material banjir.

Material banjir berupa lumpur tebal dan batang kayu terbawa arus sejauh 500 meter, menutup badan Jalan Trans Sulawesi.

“Banjir sudah surut. Namun, Jalan Trans Sulawesi masih macet sepanjang kurang lebih 500 meter akibat timbunan lumpur dan kayu,” jelas Rivai.

Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat setempat bergerak cepat melakukan pembersihan material longsor dan banjir. Kebutuhan mendesak warga terdampak meliputi makanan siap saji, pasokan air bersih, tenda pengungsian, serta percepatan normalisasi aliran sungai untuk mengantisipasi potensi bencana susulan.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.