Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaDaerahKesehatan

Kabut Asap Karhutla Picu Lonjakan ISPA di Kalteng

×

Kabut Asap Karhutla Picu Lonjakan ISPA di Kalteng

Sebarkan artikel ini
Kabut Asap Polusi Udara

Koma.id | Palangka Raya – Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah (Dinkes Kalteng) mencatat sebanyak 72.431 kasus ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) terjadi hingga pekan ketiga Agustus 2026. Kota Palangka Raya menjadi penyumbang kasus tertinggi dengan 16.166 kasus.

Plh Kabid P2P Dinkes Kalteng, Yaesarwawan, menyebut kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta musim kemarau menjadi faktor utama meningkatnya risiko gangguan kesehatan.

Silakan gulirkan ke bawah

“Musim kemarau dan kabut asap saat ini menjadi salah satu pemicu meningkatnya risiko ISPA. Selain ISPA, masyarakat juga perlu mewaspadai penyakit lain seperti DBD dan diare,” ujarnya, Jumat (28/08).

Data Indeks Kualitas Udara (AQI) Palangka Raya pada Jumat pagi menunjukkan skor 128, masuk kategori tidak sehat. Kondisi ini memperburuk risiko kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.

Meski kasus ISPA mencapai puluhan ribu, Dinkes Kalteng menegaskan belum ada laporan kematian yang dipastikan akibat kabut asap maupun kemarau. Namun, potensi peningkatan kasus tetap terbuka selama kualitas udara buruk masih berlangsung.

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menekankan bahwa angka kasus tidak serta-merta menggambarkan seluruhnya akibat kabut asap.

“Data 16.166 kasus merupakan akumulasi pemeriksaan di fasilitas kesehatan. Kondisi pasien beragam, sebagian memiliki penyakit penyerta seperti asma, sementara lainnya ISPA ringan,” jelasnya.

Fairid memastikan pelayanan kesehatan tetap siaga. Pemko Palangka Raya menyiapkan 11 Puskesmas, dengan empat di antaranya beroperasi penuh 24 jam: Puskesmas Pahandut, Menteng, Kereng Bangkirai, dan Tangkiling.

“Kami memastikan petugas ada di tempat dan siap melayani masyarakat,” tegasnya.

Pemerintah mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan. Pemeriksaan dini dianggap penting agar kondisi tidak berkembang menjadi lebih serius. Selain itu, warga diminta menggunakan masker, mengurangi aktivitas luar ruangan, dan menjaga asupan cairan tubuh.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.