Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Keamanan

Novel Bamukmin Ingatkan Demo Harus Damai, Jangan Terprovokasi Kerusuhan

×

Novel Bamukmin Ingatkan Demo Harus Damai, Jangan Terprovokasi Kerusuhan

Sebarkan artikel ini
Novel Bamukmin
Novel Bamukmin. (Foto: Istimewa)

KOMA.ID, JAKARTA – Dai kondang sekaligus Mujahid 212 Novel Bamukmin mengajak masyarakat mewaspadai berbagai informasi terkait rencana aksi demonstrasi pada 27 Agustus 2026. Ia menilai beredarnya informasi yang tidak jelas sumbernya berpotensi membingungkan masyarakat dan membuka ruang bagi provokasi.

Pria pemilik nama Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin tersebut menyoroti munculnya sejumlah poster atau stiker digital yang mengatasnamakan kelompok masyarakat tertentu untuk mengajak mengikuti aksi pada 27 Agustus.

Silakan gulirkan ke bawah

Ia menyebut salah satu yang menjadi korban pencatutan adalah Front Pembela Islam (FPI), selain adanya materi lain yang mengatasnamakan kelompok ojek online dan pelajar STM.

“Ramai Aksi Demo 27 Agustus 2026 baik yang benar dan Hoax mewarnai berita berita saat ini,” tulis Novel dalam rilisnya, Selasa (25/8/2026).

Screenshot 20260825 080429
Info hoaks seruan aksi 27 Agustus 2026 oleh FPI.

“Masyarakat dibuat bingung dan lelah terhadap informasi yang simpang siur mengatas namakan Rakyat dengan didukung kelompok atau ormas tertentu,” lanjutnya.

Img 20260825 Wa0007
Informasi tidak jelas soal rencana aksi 27 Agustus 2026 yang tersebar di media sosial.

Menurut Novel, penyebaran informasi palsu tersebut harus diwaspadai karena dapat dimanfaatkan untuk memancing konflik di tengah masyarakat.

“Salah satunya ormas Islam yang selalu terdepan yang selalu sering Aksi dijalanan adalah FPI menjadi korban penyiaran stiker ajakan Aksi demo 27 Agustus adalah Hoax dan stiker lain juga bermunculan dengan corak stiker yang sama mengatas namakan Kelompok Ojek Online bahkan STM pun tak luput guna mengelabui masyarakat,” tulisnya.

Meski mengingatkan potensi provokasi, Novel menegaskan bahwa penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak masyarakat selama dilakukan sesuai ketentuan hukum.

“Adapun Aksi Demo sah sah saja dan dilindungi Undang undang selama dilakukan sesuai dengan prosedur,” katanya.

Ia juga menilai aspirasi mengenai pemberantasan korupsi, termasuk dorongan agar RUU Perampasan Aset segera disahkan, merupakan isu yang dapat disampaikan masyarakat secara terbuka.

“Jakarta sebagai Ibukota bersama warganya harus menghormati aspirasi Rakyat yang datang dari manapun untuk berdemo apalagi tujuannya jelas untuk DPR RI segera mensahkan RUU perampasan Aset Koruptor dan Hukum Mati Para koruptor kelas kakap yang memang sedang dalam pembahasan di DPR RI atas usulan Pemerintah Pusat melalui PPATK dan Harus dikawal oleh rakyat dengan tidak berbuat anarkis dan menjarah,” tulis Novel.

Namun, ia meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berusaha memanfaatkan aksi untuk kepentingan lain.

Lebih lanjut, ia berharap aksi penyampaian pendapat tetap berlangsung tertib dan tidak berkembang menjadi tindakan anarkis, penjarahan, maupun perusakan fasilitas umum.

Novel bahkan mengingatkan kembali kerusuhan yang terjadi pada Agustus tahun sebelumnya yang menurutnya telah membuat masyarakat menjadi korban.

“Kami hanya mengajak untuk kita waspada jangan sampai seperti Agustus tahun kemaren terulang lagi dimana kita kita justru yang menjadi korban anarkis, penjarahan, fasos, fasum dibakar padahal dari pajak kita sendiri hancur juga darah bahkan nyawa dikalangan kita sendiri beda dengan tragedi 98 ketika itu,” ujarnya.

Di akhir rilis, Novel mengajak masyarakat menjaga keamanan Jakarta dan mengikuti arahan tokoh agama.

“Mari kita jaga DKI Jakarta agar menjadi daerah Yang aman, tertib dan damai serta Bahagia bagi Warganya serta kita ikuti komando Ulama dan Habaib yang Istiqomah !” pungkas Novel Bamukmin.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.