Koma.id– Pengelolaan tenaga kerja alih daya atau outsourcing mulai ingin beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan dunia kerja. CEO PT Sinar Jernih Suksesindo Asteriska Devi Sugiri menilai digitalisasi dapat membantu proses rekrutmen, administrasi, kehadiran, penggajian, pelatihan, hingga penilaian kinerja secara lebih terintegrasi.
“Outsourcing saat ini tidak cukup hanya menjadi penyedia tenaga kerja. Industri ini harus bergerak menjadi ekosistem yang lebih profesional, berbasis teknologi, patuh regulasi, dan yang terpenting, tetap menempatkan manusia sebagai pusatnya,” ujar CEO PT Sinar Jernih Suksesindo, Asteriska Devi Sugiri dalam Seminar Nasional Ketenagakerjaan, Senin (24/8/2026).
Ketum APKLI MP Soroti Pentingnya Saluran Aspirasi PKL ke Pemerintah, Apresiasi Peran Dasco
Namun, transformasi tersebut harus tetap dibarengi kepatuhan terhadap aturan ketenagakerjaan, termasuk pengelolaan kontrak, upah, jaminan sosial, perpajakan, hubungan industrial, serta perlindungan dan keamanan data pekerja. Menurutnya, perusahaan pengguna jasa juga perlu mempertimbangkan kemampuan digital, ketepatan penggajian, keamanan data, peningkatan kompetensi, dan kelengkapan perizinan penyedia alih daya.
Digitalisasi dinilai akan bermakna apabila tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperkuat perlindungan, kesejahteraan, dan martabat pekerja.








