Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaEkonomiNasional

Harga Emas Dunia Naik 1,6 Persen, Sentuh Level Tertinggi dalam Sepekan

×

Harga Emas Dunia Naik 1,6 Persen, Sentuh Level Tertinggi dalam Sepekan

Sebarkan artikel ini
Harga Emas Dunia Naik 1,6 Persen, Sentuh Level Tertinggi dalam Sepekan

Koma.id | Jakarta – Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Jumat (9/10/2026) atau Sabtu pagi WIB. Logam mulia tersebut mencatat kenaikan untuk dua sesi berturut-turut dan mencapai level tertinggi dalam sepekan setelah didorong aksi beli investor saat harga berada di level rendah.

Harga emas spot naik 1,6 persen menjadi US$4.189,99 per ons. Sementara kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Desember ditutup menguat 1,43 persen ke level US$4.216,3 per ons. Secara mingguan, harga emas juga membukukan kenaikan sebesar 1,3 persen.

Silakan gulirkan ke bawah

Kenaikan tersebut terjadi setelah harga emas sempat menyentuh level terendah dalam dua bulan pada pertengahan pekan akibat penguatan dolar AS dan naiknya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat yang menekan daya tarik aset tanpa imbal hasil seperti emas.

Analis StoneX, Rhona O’Connell, mengatakan penguatan harga emas didorong oleh aksi beli yang dilakukan investor setelah harga mengalami koreksi cukup dalam.

“Harga emas menguat karena adanya aksi beli di harga rendah, mengingat terbentuknya batas bawah di kisaran US$4.000,” ujarnya.

Menurut Rhona, pasar saat ini telah memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve (The Fed). Di sisi lain, pelaku pasar juga masih menaruh harapan terhadap berlanjutnya pembelian emas oleh bank-bank sentral dunia.

Meski demikian, ia menilai ruang penguatan emas dalam jangka pendek masih terbatas apabila tidak muncul peristiwa besar yang mengguncang pasar keuangan global.

Di tengah penguatan harga emas, perhatian investor kini tertuju pada arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Presiden Federal Reserve Bank of St. Louis, Alberto Musalem, menyatakan bank sentral AS masih perlu menaikkan suku bunga untuk mengembalikan inflasi ke target 2 persen.

Berdasarkan data FedWatch CME Group, pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Oktober sebesar 19 persen. Adapun probabilitas setidaknya satu kali kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin hingga Desember mencapai 84 persen.

Kepala Analis Pasar Bybit, Han Tan, mengatakan data Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat yang akan dirilis pekan depan berpotensi menjadi katalis utama pergerakan harga emas berikutnya.

Menurutnya, apabila inflasi masih tinggi dan mendorong The Fed mengambil kebijakan moneter yang lebih agresif, harga emas berisiko kembali menguji level psikologis US$4.000 per ons.

“Rilis data CPI pekan depan dapat menjadi katalis bagi pergerakan besar emas berikutnya. Inflasi yang masih membandel dapat memaksa harga emas spot kembali menguji level support psikologis US$4.000,” kata Han.

Sementara itu, kondisi pasar fisik menunjukkan permintaan emas di India cenderung melemah seiring kenaikan harga dalam beberapa hari terakhir. Di China, aktivitas perdagangan juga relatif lesu karena berlangsung dalam periode yang lebih singkat akibat libur.

Selain emas, harga perak spot turut mencatat kenaikan signifikan. Pada perdagangan yang sama, harga perak menguat 2,7 persen menjadi US$60,93 per ons.

Pelaku pasar kini menantikan sejumlah data ekonomi Amerika Serikat, terutama inflasi, untuk memperoleh petunjuk lebih jelas mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed yang akan menjadi faktor utama penentu pergerakan harga emas dalam waktu dekat.

 

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.