Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Ekonomi

IHSG Diprediksi Bergerak di Rentang 5.850–6.216 pada Perdagangan Hari Ini

×

IHSG Diprediksi Bergerak di Rentang 5.850–6.216 pada Perdagangan Hari Ini

Sebarkan artikel ini
IHSG Diprediksi Bergerak di Rentang 5.850–6.216 pada Perdagangan Hari Ini
Layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Foto / Istimewa)

Koma.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak fluktuatif pada perdagangan Jumat (9/10/2026), dengan rentang pergerakan diperkirakan berada di level 5.850 hingga 6.216. Proyeksi ini muncul setelah IHSG mengalami tekanan jual signifikan pada perdagangan sebelumnya.

Pada penutupan perdagangan Kamis (8/10/2026), IHSG melemah 115,44 poin atau 1,88 persen ke level 6.031,28. Pelemahan tersebut mencerminkan tekanan jual yang masih membayangi pasar saham domestik.

Silakan gulirkan ke bawah

Analis Investindo Nusantara Sekuritas, Pandhu Dewanto, memperkirakan pergerakan IHSG pada akhir pekan masih diwarnai volatilitas. Tekanan dari pasar global dan arus keluar modal asing menjadi sejumlah faktor yang perlu dicermati investor.

Salah satu sentimen yang memengaruhi pasar adalah perkembangan geopolitik global, terutama ketegangan di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dunia. Kenaikan harga energi berpotensi memicu kekhawatiran terhadap inflasi dan prospek kebijakan suku bunga.

Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah turut menjadi perhatian pelaku pasar. Kombinasi ketidakpastian global dan tekanan terhadap mata uang domestik dapat membuat investor lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.

Level 6.000 Jadi Perhatian

Secara teknikal, IHSG ditutup di bawah rata-rata pergerakan jangka pendek atau moving average (MA) 5 dan MA10. Kondisi tersebut disertai peningkatan volume jual sehingga menunjukkan tekanan jual masih cukup kuat.

Analis Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, menilai level psikologis 6.000 menjadi area penting yang perlu diperhatikan dalam perdagangan berikutnya.

Apabila IHSG mampu bertahan di atas level tersebut dan kembali menguat, indeks berpeluang membentuk pola double bottom atau pola pembalikan arah setelah dua kali menguji area bawah.

Sebaliknya, jika IHSG ditutup di bawah level 6.000, indeks berpotensi melanjutkan pelemahan menuju kisaran 5.800 hingga 5.900.

Sementara itu, MNC Sekuritas melihat IHSG masih memiliki peluang untuk menguat secara teknikal. Indeks berpotensi menguji area 6.227–6.231, tetapi investor tetap perlu mewaspadai koreksi lanjutan apabila IHSG menembus level 5.973.

MNC Sekuritas memperkirakan area support berada di kisaran 6.018–5.973, sedangkan resistance berada pada rentang 6.297–6.376.

Investor Diminta Mencermati Sentimen Global

Tekanan pasar saham tidak terlepas dari ketidakpastian ekonomi global. Kenaikan harga minyak, risiko inflasi, pergerakan nilai tukar, serta prospek suku bunga menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi keputusan investor.

Arus keluar modal asing juga menjadi perhatian karena dapat menambah tekanan terhadap saham-saham di pasar domestik.

Dengan kondisi tersebut, investor perlu mencermati pergerakan IHSG di sekitar level support dan resistance serta perkembangan sentimen global sebelum mengambil keputusan transaksi.

Pergerakan indeks pada perdagangan Jumat akan menjadi perhatian pasar, terutama untuk melihat apakah IHSG mampu bertahan di atas level psikologis 6.000 atau justru melanjutkan koreksi setelah pelemahan tajam pada perdagangan sebelumnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.