Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Ekonomi

Menperin Sarmuji Bidik 4,43 Juta IKM Tembus Pasar Ekspor

×

Menperin Sarmuji Bidik 4,43 Juta IKM Tembus Pasar Ekspor

Sebarkan artikel ini
Menperin Sarmuji
Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji. (Foto / Istimewa)

Koma.id – Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mendorong industri kecil dan menengah (IKM) nasional agar mampu menembus pasar ekspor. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat terdapat 4,43 juta unit usaha IKM yang berpotensi menjadi penggerak industri nasional.

Sarmuji mengatakan, pengembangan IKM perlu diarahkan pada peningkatan daya saing dan perluasan pasar, termasuk ke tingkat internasional. Pemerintah akan memprioritaskan pembinaan bagi pelaku usaha yang memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif.

Silakan gulirkan ke bawah

Menurutnya, perkembangan teknologi digital membuka peluang lebih luas bagi IKM untuk menjangkau konsumen di luar negeri. Dengan demikian, kegiatan ekspor tidak seharusnya hanya menjadi ranah industri berskala besar.

“Kita bisa konsentrasi pada industri kecil dan menengah yang berorientasi ekspor. Karena di era sekarang, orang bisa berjualan secara online sampai ke luar negeri. Ada teman saya yang bahkan menjual dawet sampai ke Hong Kong. Jadi, urusan ekspor jangan hanya menjadi domain industri besar, tetapi industri kecil dan menengah juga harus bisa,” ujar Sarmuji dalam rapat kerja bersama Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) di Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, jumlah IKM di Indonesia mencapai 4,43 juta unit usaha. Angka tersebut terdiri atas sekitar 4,41 juta industri kecil dan mikro serta 22.161 industri skala menengah.

Sarmuji menilai, keberadaan jutaan unit usaha tersebut merupakan modal penting untuk memperkuat struktur industri nasional. Produk-produk lokal yang mampu menembus pasar internasional juga dapat memperkenalkan identitas dan kekayaan Indonesia kepada masyarakat dunia.

Ia menyebut, kehadiran produk IKM di pasar global bukan sekadar menghasilkan transaksi ekonomi, melainkan juga berpotensi menjadi sarana diplomasi melalui produk khas Indonesia.

Selain memperluas pasar, Sarmuji meminta program pembinaan IKM memiliki indikator capaian yang jelas dan terukur. Pemerintah perlu memastikan pendampingan yang diberikan benar-benar mendorong peningkatan kapasitas produksi dan skala usaha, termasuk membantu industri kecil berkembang menjadi industri menengah.

Pembinaan juga perlu difokuskan pada IKM yang memiliki potensi pasar kuat agar dukungan pemerintah dapat memberikan hasil yang lebih optimal.

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kemenperin Reni Yanita menyampaikan bahwa pengembangan IKM masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari akses pembiayaan, pemanfaatan teknologi dan literasi digital, kualitas sumber daya manusia, hingga rantai pasok dan kemitraan.

Tantangan lainnya meliputi inovasi dan desain produk, ketersediaan bahan baku, akses pasar, persaingan global, serta pemenuhan standardisasi.

Kemenperin berupaya mengatasi kendala tersebut melalui fasilitasi pembiayaan dan bahan baku, peningkatan teknologi produksi, penguatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan produk, serta perluasan akses pasar dan kemitraan.

Sepanjang 2026 hingga triwulan III, sebanyak 313 IKM telah mendapatkan pembinaan untuk mendukung ekspor. Dari jumlah tersebut, 98 IKM atau sekitar 31 persen telah melakukan ekspor, sedangkan 215 IKM lainnya masih berpotensi didorong memasuki pasar internasional.

Reni menegaskan, pendampingan perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kapasitas produksi, kualitas dan standardisasi produk hingga mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli.

“Potensi IKM untuk masuk pasar global masih sangat besar. Karena itu, pembinaan perlu kita kawal dari peningkatan kapasitas produksi, kualitas dan standardisasi produk sampai kepada akses pasar dan pertemuan dengan calon pembeli,” ujar Reni.

Pemerintah berharap penguatan daya saing dan pemanfaatan teknologi digital dapat membantu lebih banyak IKM naik kelas, memperluas jangkauan pemasaran, serta meningkatkan kontribusinya terhadap industri dan perekonomian nasional.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.