Koma.id– Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menegaskan bahwa setiap urusan pekerjaan harus berorientasi pada penyelesaian masalah dan tindak lanjut yang dijalankan sesuai mekanisme serta sistem yang berlaku.
Sekarang, lanjut Sudaryono, sudah saatnya meninggalkan pola lama yang mengandalkan trust in person atau kepercayaan semata kepada individu. Tidak boleh lagi ada pembahasan di ruang-ruang tertutup, remang-remang, atau pertemuan privat yang membuka peluang terjadinya kesepakatan di luar mekanisme.
Semua persoalan yang berkaitan dengan tugas dan pelayanan publik harus dibahas di ruang yang terang, terbuka, transparan, serta dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Negosiasi di ruang gelap harus diakhiri. Budaya kerja yang mengedepankan sistem, akuntabilitas, dan transparansi adalah fondasi pemerintahan yang bersih dan profesional.
“Segala sesuatu itu harus dibahas di ruang ruang yang terang dan transparan dan dilihat orang,” kata Sudaryono usai resmi menjadi Kepala BGN.
Mentan Targetkan Swasembada Gula 2029
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru menggantikan Nanik S. Deyang. Pergantian pimpinan lembaga tersebut dilakukan setelah Nanik mengajukan pengunduran diri kepada Presiden dengan alasan kesehatan.







