Koma.id | Jakarta – Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Persatuan Indonesia di depan Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, berlanjut hingga malam hari, Rabu (22/07).
Pantauan di lokasi menunjukkan massa aksi mendirikan dua tenda di tengah ruas jalan depan gerbang utama Kejagung. Akibatnya, arus kendaraan hanya bisa melintas melalui satu lajur di sisi kanan. Meski demikian, tidak terjadi kemacetan. Sejumlah aparat kepolisian terlihat berjaga dan mengatur lalu lintas agar tidak terjadi penumpukan.
Selain mendirikan tenda, mahasiswa juga mengumpulkan barang mudah terbakar seperti ban bekas, spanduk, dan kardus. Mereka kemudian melakukan aksi pembakaran ban tepat di depan gerbang utama Kejagung. Setelah api berkobar, massa berdiri berjejer menyampaikan pernyataan sikap.
Di lokasi, terlihat dua spanduk besar terpasang di gerbang utama Kejagung. Salah satunya bertuliskan kritik keras terhadap institusi Adhyaksa.
“Selamat Hari Gagal Adhiyaksa. Matinya keadilan hukum, matinya kepercayaan publik, tumpul ke atas.”
Pesan Hati ke Hati Mahfud MD ke Prabowo : Mohon Perbaiki Kebobrokan Hukum di Kasus Febrie
Aksi mahasiswa ini merupakan bentuk protes terhadap penanganan hukum yang dinilai tidak transparan dan melemahkan kepercayaan publik. Hingga malam, demonstrasi masih berlangsung dengan pengawasan ketat aparat kepolisian.








