Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Polhukam

Rumail Abbas Kritik Prabowo Soal MBG: Yang Dipersoalkan Bukan Niat Baik, Tapi Dampak Kebijakannya

Views
×

Rumail Abbas Kritik Prabowo Soal MBG: Yang Dipersoalkan Bukan Niat Baik, Tapi Dampak Kebijakannya

Sebarkan artikel ini
Prabowo Subianto Sidang Kabinet
Presiden Prabowo Subianto saat memimpin rapat kabinet paripurna pada hari Senin, 20 Juli 2026.

KOMA.ID, JAKARTA – Pegiat media sosial Rumail Abbas menyampaikan kritik terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengaku dirinya kerap diserang karena menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak Indonesia, ibu hamil, dan kelompok lanjut usia.

Melalui akun X pribadinya, Rumail menilai persoalan yang menjadi sorotan publik bukanlah niat Presiden Prabowo untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, melainkan dampak kebijakan tersebut terhadap pengelolaan anggaran negara.

Silakan gulirkan ke bawah

Menurut Rumail, Prabowo seolah menempatkan dirinya sebagai pihak yang menjadi korban kritik akibat tudingan pemborosan anggaran dalam program MBG.

“Singkatnya, presiden merasa menjadi korban karena diserang banyak orang lantaran dituduh melakukan pemborosan MBG,” tulis Rumail Abbas dalam unggahannya, Selasa (21/7/2026).

Rumail menyebut program MBG memang memiliki tujuan yang baik karena menyasar kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Namun, menurutnya, publik mengkhawatirkan konsekuensi lain yang muncul dari pelaksanaan program tersebut.

“Menurutnya, MBG itu program yang mulia untuk anak, ibu hamil, dan lansia,” ujarnya.

Namun, Rumail menilai kritik yang berkembang selama ini bukan diarahkan kepada tujuan program, melainkan terhadap kebijakan anggaran yang dinilai berpotensi mengorbankan sektor lain, termasuk pendidikan.

“Tapi semua orang tahu yang terkena imbasnya bukanlah niat mulia presiden, anggaran pendidikan yang terpotong hanya demi makan gratis di sekolah,” tulisnya.

Rumail juga mengklaim sejumlah pakar telah memberikan peringatan mengenai risiko kebijakan tersebut. Menurutnya, niat baik tidak cukup menjadi alasan apabila pelaksanaan program berpotensi menimbulkan persoalan fiskal.

“Banyak pakar yang sudah mengatakan hal seperti ini berbahaya, tapi presiden tetap ngotot dan dampaknya tidak cukup dibayar dengan niat mulia,” katanya.

Selain itu, Rumail kembali menyinggung pernyataan Prabowo sebelumnya yang menyebut program MBG dijalankan tanpa kajian akademis yang panjang karena adanya keterbatasan waktu.

“Pernah presiden mengatakan program ini dikerjakan tanpa berkas akademik. Dia berkelit bahwa tidak ada waktu, jadi dia mengambil risiko,” tulis Rumail.

Ia mempertanyakan pihak yang akan menanggung risiko apabila kebijakan tersebut menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Risikonya bukan dia yang menanggung, tapi keuangan negara, kan?” pungkas Rumail Abbas.

Sebelumnya, dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Senin (20/7/2026), Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa dirinya mendapat banyak kritik karena menjalankan program MBG. Prabowo menegaskan program tersebut merupakan upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak, ibu hamil, dan lansia.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.