KOMA.ID, JAKARTA – Kementerian Koordinator bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menyampaikan rasa duka yang mendalam atas wafatnya tiga personal Polri yang merupakan anggota Satresnarkoba Polres Katingan. Mereka dikabarkan sempat disiksa oleh kawanan gembong narkoba sebelum dibuang ke Sungai Katingan, wilayah Desa Tumbang Kalemei dan Tumbang Lahang, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.
Ketiganya adalah ; Ipda (Anumerta) Sumariyanto, Aiptu (Anumerta) Yudhie Perdana Putra, dan Briptu (Anumerta) Nopandri Ramadhana.
Hari Purwanto SDR Dukung Kortas Tipikor Polri Tuntaskan Kasus DMO Batu Bara, Periksa Bos-bos PLN
“Atas arahan Bapak Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum dan seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia,” kata Kepala Biro Humas dan Data Informasi Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam), Brigjen TNI Honi Havana, menyampaikan pesan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, Rabu (8/7/2026).
Ia menegaskan bahwa gugurnya tiga anggota Polri tersebut merupakan duka yang mendalam bagi bangsa Indonesia, karena mereka gugur dalam menjalankan tugas negara untuk melakukan pemberantasan narkoba di wilayah Kalimantan Tengah.

“Gugurnya ketiga personel Polri merupakan kehilangan besar bagi bangsa dan negara. Pengabdian, keberanian, serta pengorbanan mereka dalam memberantas peredaran gelap narkotika merupakan teladan bagi seluruh aparat penegak hukum dalam menjaga keamanan dan melindungi masyarakat,” ujarnya.
Kemenko Polkam menyatakan penghormatan setinggi-tingginya atas dedikasi dan pengabdian ketiga personel tersebut. Pengorbanan mereka disebut sebagai bukti nyata komitmen aparat negara dalam menjaga keamanan masyarakat sekaligus memerangi jaringan peredaran narkoba.
Pemerintah juga mengapresiasi keputusan Kapolri yang memberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) Anumerta kepada ketiga anggota Polri tersebut sebagai bentuk penghargaan negara atas jasa dan pengorbanan mereka selama bertugas.
Selain menyampaikan belasungkawa, Kemenko Polkam menegaskan bahwa perang melawan narkotika tetap menjadi komitmen bersama seluruh unsur pemerintah. Karena itu, aparat penegak hukum didorong mengusut tuntas penyerangan yang menewaskan tiga personel tersebut sekaligus membongkar jaringan narkotika yang terlibat.
Di sisi lain, Kemenko Polkam memastikan akan terus memperkuat koordinasi antarkementerian dan lembaga untuk mempersempit ruang gerak sindikat narkotika. Karena pemberantasan narkoba butuh kolaborasi aktif lintas kementerian dan lembaga agar upaya baik tersebut bisa berjalan dengan sangat maksimal.
“Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pemberantasan narkoba sekaligus melindungi masyarakat serta masa depan generasi Indonesia dari ancaman penyalahgunaan narkotika,” pungkas Honi.













