KOMA.ID, JAKARTA – Founder Kontra Narasi, Sandri Rumanama merespons positif atas munculnya rilis baik terkait tingkat kepercayaan publik terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) pada pertengahan tahun 2026 tercatat meningkat signifikan hingga mencapai 82,4 persen.
Surevi tersebut dirilis oleh Survei Litbang Kompas dalam rentang waktu 9 hingga 18 April 2026 menggunakan metode wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden.
Haidar Alwi: Kepercayaan Publik 82,4 Persen Jadi Kado Terindah Hari Bhayangkara untuk Polri
Angka tersebut menjadi salah satu capaian tertinggi lembaga penegak hukum berdasarkan hasil survei nasional terbaru.
“Kenaikan angka kepercayaan publik ini merupakan bukti nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat atas wajah baru dan perubahan kultural aparat penegak hukum saat ini,” kata Sandri dalam keterangannya, Jumat (26/6/2026).
Peningkatan kepercayaan masyarakat itu dinilai tidak terlepas dari perbaikan kinerja personel di lapangan, reformasi internal yang terus dilakukan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat.
Sandri, mengatakan kenaikan tingkat kepercayaan publik tersebut merupakan bukti nyata bahwa masyarakat mulai merasakan perubahan positif dalam tubuh Polri.
Sebelumnya, tingkat kepercayaan publik terhadap Polri pada tahun 2025 berada di angka 76,2 persen. Dengan demikian, terjadi peningkatan yang cukup signifikan dalam kurun waktu satu tahun terakhir.
Menurutnya, tingginya tingkat kepercayaan masyarakat menjadi modal penting bagi Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kinerja institusi di tengah berbagai tantangan yang dihadapi.
“Harus diapresiasi kinerja institusi ini. Peningkatan kepercayaan publik menandakan bahwa desakan reformasi Polri selama ini berjalan dengan baik,” ujarnya.
Sandri menilai capaian tersebut merupakan hasil dari kerja keras serta dedikasi seluruh personel kepolisian dalam menjalankan tugasnya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Ia menyoroti perubahan pendekatan kepolisian yang kini dinilai lebih humanis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Ini wajah baru polisi kita. Penegakan hukum tidak lagi kaku, tetapi lebih persuasif, menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di masyarakat, dan benar-benar mengayomi. Polisi kini lebih dekat, lebih ramah, serta lebih cepat menindaklanjuti aduan masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sandri menilai perubahan kultur organisasi yang terjadi di tubuh Polri turut berkontribusi dalam meningkatkan rasa aman dan nyaman masyarakat terhadap kehadiran aparat kepolisian.
Menurutnya, perubahan tersebut tidak hanya terjadi di tingkat pusat, tetapi juga dirasakan hingga ke tingkat bawah melalui peran para Bhabinkamtibmas yang menjadi ujung tombak pelayanan kepolisian di berbagai daerah.
“Mulai dari tingkat Mabes Polri hingga para Bhabinkamtibmas di pelosok negeri, mereka hadir ketika masyarakat membutuhkan. Publik melihat dan merasakan langsung kerja nyata tersebut,” pungkasnya.













