Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Ekonomi

Menkeu Purbaya ke China untuk Siapkan Penerbitan Panda Bond

Views
×

Menkeu Purbaya ke China untuk Siapkan Penerbitan Panda Bond

Sebarkan artikel ini
Purbaya China
Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa bersama Menteri Keuangan China, Lan Fo’an. (Foto / Istimewa).

Koma.id Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan kunjungan ke China untuk mempersiapkan penerbitan surat utang global berdenominasi yuan atau Panda Bond. Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mendiversifikasi sumber pembiayaan negara sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pendanaan berbasis dolar Amerika Serikat (AS).

Purbaya mengatakan kunjungannya ke China difokuskan untuk bertemu investor dan memperkenalkan rencana penerbitan Panda Bond kepada pelaku pasar keuangan di negara tersebut.

Silakan gulirkan ke bawah

“Minggu depan saya akan ke China. Tanggal 16 Juni ke China untuk promosi Panda Bond,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita, dikutip Rabu (17/6/2026).

Selain bertemu investor, Purbaya dijadwalkan melakukan serangkaian pertemuan dengan lembaga keuangan dan otoritas terkait guna mematangkan proses penerbitan instrumen utang tersebut. Pemerintah berharap minat investor China terhadap surat utang Indonesia dapat memperluas basis pembiayaan APBN di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.

Panda Bond merupakan surat utang yang diterbitkan oleh entitas asing di pasar keuangan domestik China dengan denominasi mata uang yuan atau renminbi. Instrumen ini memungkinkan penerbit memperoleh pendanaan langsung dari investor China tanpa harus bergantung pada pasar obligasi berbasis dolar.

Purbaya sebelumnya menyatakan penerbitan Panda Bond menjadi salah satu upaya pemerintah memperkuat struktur pembiayaan negara melalui diversifikasi sumber dana. Menurutnya, akses ke pasar keuangan China dapat memberikan alternatif pendanaan dengan biaya yang lebih kompetitif.

Ia mengungkapkan tingkat bunga di pasar obligasi China relatif rendah, yakni sekitar 2,3 persen, sehingga berpotensi menekan biaya pembiayaan pemerintah dibandingkan beberapa instrumen utang lainnya.

“Penerbitan ini bagian dari diversifikasi pembiayaan agar kita tidak terlalu bergantung pada satu sumber pendanaan,” ujar Purbaya.

Rencana penerbitan Panda Bond sebenarnya telah dibahas sejak awal tahun. Pada Mei lalu, Purbaya menargetkan instrumen tersebut dapat diterbitkan pada pertengahan 2026 setelah seluruh persiapan teknis dan regulasi diselesaikan. Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan juga telah melakukan komunikasi intensif dengan otoritas dan investor di China.

Pemerintah menilai langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong diversifikasi pembiayaan global guna memperkuat ketahanan fiskal nasional. Selain memperluas sumber pendanaan, penerbitan Panda Bond juga diharapkan memperdalam kerja sama ekonomi dan keuangan antara Indonesia dan China yang selama ini merupakan salah satu mitra dagang terbesar Indonesia.

Setelah menyelesaikan agenda di China, Purbaya dijadwalkan melanjutkan lawatan ke Inggris untuk bertemu investor internasional lainnya. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah akan memaparkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia serta berbagai kebijakan fiskal yang tengah dijalankan.

Menurut Purbaya, upaya tersebut penting untuk menjaga kepercayaan investor global terhadap perekonomian Indonesia di tengah gejolak ekonomi dan pasar keuangan dunia.

Pemerintah berharap penerbitan Panda Bond dapat menjadi salah satu instrumen strategis untuk mendukung pembiayaan APBN, memperluas basis investor, serta memperkuat posisi Indonesia di pasar keuangan internasional.

 

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.