Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
HeadlineNasional

Kapolri Tanggapi Seruan Reformasi Jilid II, Minta Mahasiswa Sampaikan Aspirasi Secara Tertib

Views
×

Kapolri Tanggapi Seruan Reformasi Jilid II, Minta Mahasiswa Sampaikan Aspirasi Secara Tertib

Sebarkan artikel ini
Listyo Sigit Prabowo
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Foto: Koma.id / Andry Novelino)

Koma.id Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menanggapi seruan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang mengancam akan menggelar aksi bertajuk Reformasi Jilid II apabila pemerintah dinilai gagal mengatasi pelemahan nilai tukar rupiah dan berbagai persoalan ekonomi yang tengah dihadapi masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Sigit menegaskan bahwa Polri menghormati hak setiap warga negara, termasuk mahasiswa, untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi di muka umum sebagaimana dijamin oleh konstitusi. Namun, ia mengingatkan agar seluruh aksi unjuk rasa dilakukan secara tertib, damai, dan tidak mengganggu ketertiban umum.

Silakan gulirkan ke bawah

“Silakan menyampaikan aspirasi sesuai aturan yang berlaku. Yang penting dilakukan secara tertib, aman, dan tidak merugikan masyarakat lainnya,” kata Sigit, dikutip Kamis (11/6/2026).

Menurut Kapolri, Polri akan tetap menjalankan tugasnya untuk mengawal setiap kegiatan penyampaian pendapat agar berlangsung kondusif. Ia menegaskan aparat kepolisian tidak akan menghalangi masyarakat yang ingin menyampaikan kritik maupun masukan kepada pemerintah selama dilakukan sesuai ketentuan hukum.

Sigit juga memastikan jajarannya akan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam melakukan pengamanan aksi demonstrasi. Langkah tersebut, kata dia, sejalan dengan komitmen Polri untuk menjaga ruang demokrasi tetap terbuka.

“Kami akan menjaga agar penyampaian aspirasi masyarakat dapat berjalan dengan baik dan kondusif,” ujarnya.

Sebelumnya, BEM SI menyampaikan peringatan kepada pemerintah terkait kondisi ekonomi nasional, khususnya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang sempat menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Organisasi mahasiswa itu menilai pemerintah perlu mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.

Koordinator Pusat BEM SI Herianto menyatakan mahasiswa akan terus mengawal berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai berdampak langsung terhadap kehidupan rakyat. Ia menegaskan seruan Reformasi Jilid II muncul sebagai bentuk peringatan agar pemerintah lebih serius menangani persoalan ekonomi, ketenagakerjaan, dan kesejahteraan masyarakat.

Isu pelemahan rupiah sendiri menjadi perhatian publik dalam beberapa pekan terakhir. Pemerintah bersama Bank Indonesia telah melakukan sejumlah langkah koordinasi untuk menjaga stabilitas nilai tukar, termasuk memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter serta meningkatkan daya tarik investasi di pasar domestik.

Sementara itu, sejumlah pejabat pemerintah menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih relatif terjaga meskipun menghadapi tekanan eksternal akibat ketidakpastian ekonomi global, tingginya suku bunga Amerika Serikat, dan meningkatnya tensi geopolitik di berbagai kawasan dunia.

Di tengah dinamika tersebut, Kapolri kembali mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa, untuk tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban nasional. Menurutnya, kritik dan masukan merupakan bagian penting dalam demokrasi, namun harus disampaikan secara bertanggung jawab dan tidak menimbulkan gangguan terhadap kepentingan publik yang lebih luas.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.