Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Bercanda atau Serius? Kapolri Sigit Ungkap Keinginan Jadi Aktivis Setelah Pensiun

Views
×

Bercanda atau Serius? Kapolri Sigit Ungkap Keinginan Jadi Aktivis Setelah Pensiun

Sebarkan artikel ini
1000485057 0cd5b35d01

Koma.id, Jakarta – Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan keinginannya untuk menjadi aktivis setelah menyelesaikan masa tugasnya sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri pembukaan Kongres III Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia di Jakarta, Minggu (7/6/2026).

Di hadapan para peserta kongres yang didominasi kalangan buruh, Sigit menyampaikan bahwa dirinya ingin mengisi ruang yang menurutnya mulai ditinggalkan para aktivis karena banyak yang kini menduduki jabatan di pemerintahan.

Silakan gulirkan ke bawah

“Karena aktivis-aktivis akhirnya kosong, ya saya mohon izin kepada teman-teman selesai jadi Kapolri, saya gantian jadi aktivis. Boleh enggak?” ujar Sigit yang langsung disambut tepuk tangan peserta kongres.

Dalam sambutannya, Kapolri menyoroti fenomena sejumlah tokoh aktivis yang kini dipercaya menduduki posisi strategis di pemerintahan. Ia menyebut beberapa nama seperti Mohammad Jumhur Hidayat dan Said Iqbal yang disebut akan mendapat tugas baru sebagai Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan.

Menurut Sigit, perubahan peran para aktivis tersebut menunjukkan bahwa perjuangan yang selama ini dilakukan telah mendapat ruang dalam pemerintahan. Namun di sisi lain, ia berkelakar bahwa kondisi itu membuat posisi aktivis menjadi kosong dan perlu ada yang melanjutkan perjuangan di luar pemerintahan.

Kapolri juga melontarkan candaan terkait pengalamannya selama hampir lima tahun menjabat. Ia mengaku sudah terbiasa menghadapi aksi demonstrasi dari berbagai kelompok masyarakat dan buruh. Karena itu, ia mengaku ingin merasakan berada di sisi yang berbeda setelah pensiun nanti.

“Karena hampir lima tahun saya ini didemo terus. Jadi, gantian nanti saya mau demo Pak Jumhur,” ujar Sigit yang disambut tawa para peserta kongres.

Meski disampaikan dengan nada santai, Sigit menegaskan dukungannya terhadap perjuangan buruh dalam memperjuangkan hak-haknya. Ia mengatakan Polri berkomitmen mengawal berbagai aspirasi masyarakat dan memastikan setiap perjuangan dilakukan sesuai koridor hukum yang berlaku.

Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri itu juga menegaskan bahwa dirinya bersama jajaran Polri siap mendukung upaya para pekerja dalam memperjuangkan kesejahteraan dan perlindungan hak-hak ketenagakerjaan.

Usai acara, saat ditanya awak media apakah keinginannya menjadi aktivis merupakan pernyataan serius atau sekadar candaan, Sigit menjawab dengan senyuman.

“Emangnya enggak boleh yaa,” jawabnya singkat.

Pernyataan tersebut pun menjadi perhatian peserta kongres dan memunculkan beragam respons, terutama karena disampaikan oleh seorang Kapolri yang selama ini identik dengan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, termasuk saat menghadapi berbagai aksi demonstrasi dari kelompok buruh maupun masyarakat.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.