Grobogan – Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan dugaan aksi pungutan liar (pungli) oleh seorang oknum anggota Bhabinkamtibmas di Grobogan. Peristiwa tersebut disebut terjadi di Lapangan Desa Kunjeng, Kecamatan Gubug.
Dalam video yang beredar, oknum polisi tersebut diduga meminta uang “jatah keamanan” sebesar Rp200 ribu kepada rombongan ibu-ibu yang tengah menggelar kegiatan halalbihalal di sekitar lapangan. Saat itu, para warga diketahui sedang menunggu anak-anak mereka yang berlatih sepak bola.
Kecurigaan muncul ketika salah satu warga mencoba menanyakan alasan permintaan uang tersebut. Alih-alih memberikan penjelasan, oknum aparat itu justru tersulut emosi. Bahkan, ia sempat berusaha merebut ponsel milik warga yang merekam kejadian tersebut dan mencoba menghapus video.
Salah satu warga, Anis Aminah, mengungkapkan bahwa permintaan uang tersebut diklaim sebagai bagian dari kebijakan kepolisian setempat. Namun, penjelasan yang tidak jelas membuat warga kompak menolak memberikan uang.
“Kami hanya duduk menunggu anak latihan bola, tapi dimintai uang keamanan. Kami merasa itu tidak masuk akal,” ujarnya.
Penolakan warga memicu adu mulut di lokasi kejadian. Video insiden tersebut kemudian viral di media sosial dan memancing reaksi keras dari warganet. Banyak pihak mengecam tindakan yang dinilai mencoreng citra aparat penegak hukum.
Menanggapi hal tersebut, pihak kepolisian melalui Kasi Humas Polres Grobogan menyatakan telah mengambil langkah cepat. Oknum yang bersangkutan kini telah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan oleh Propam.
“Yang bersangkutan sudah ditahan dan saat ini sedang dalam proses pemeriksaan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujarnya.
Kasus ini menjadi sorotan publik dan kembali mengingatkan pentingnya pengawasan serta penegakan disiplin di tubuh kepolisian agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga.













