Koma.id – Upaya pembungkaman terhadap aktivis mahasiswa kembali mencuat di Sumatera Utara. Ketua Umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sumatera Utara (Badko HMI Sumut), Yusril Mahendra Butar Butar, mengaku menjadi sasaran teror dan intimidasi oleh orang tak dikenal (OTK) usai mengangkat isu penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.
Aksi intimidasi tersebut terjadi tidak lama setelah Yusril menggelar forum diskusi yang membahas kasus tersebut. Diskusi itu turut didokumentasikan dan dipublikasikan melalui media sosial, yakni Instagram dan TikTok milik HMI Sumut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, teror disampaikan melalui pesan singkat WhatsApp, Senin (30/3/2026). Pelaku secara terang-terangan mendesak agar video dokumentasi diskusi tersebut segera dihapus dari ruang publik.
Dalam pesan yang diterima, pelaku menuliskan ancaman yang bersifat intimidatif.
“Kalian habis buat forum diskusi mengenai penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus itu untuk apa? Tolong kalian hapus itu video kegiatannya di Instagram dan TikTok HMI Sumut. Saya tahu keluarga Anda di mana semua. Saya tahu Anda juga di mana,” tulis pelaku.
Tidak hanya meminta penghapusan konten, pelaku juga melontarkan ancaman yang sangat personal. Berdasarkan tangkapan layar percakapan yang beredar, pelaku mengklaim mengetahui detail keberadaan keluarga serta aktivitas harian Yusril.
Ancaman tersebut bahkan disertai peringatan keras dengan nada intimidatif, termasuk menyebut kemungkinan “eksekusi” serta imbauan agar korban lebih waspada dalam menjalani aktivitas sehari-hari apabila permintaan tidak dipenuhi.
Peristiwa ini menambah daftar panjang dugaan intimidasi terhadap pihak-pihak yang menyoroti kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, sekaligus memunculkan kekhawatiran atas kebebasan berekspresi dan ruang diskusi publik di kalangan mahasiswa dan masyarakat sipil.













