Koma.id | Jakarta – Polda Metro Jaya resmi merilis identitas dua terduga eksekutor penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus (AY). Berdasarkan analisis rekaman CCTV, Polisi kini memburu dua pria berinisial BHC dan MAK.
Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, menyatakan bahwa kedua pelaku telah membuntuti korban sejak keluar dari kantor YLBHI Salemba pada 12 Maret 2026.
Heboh! Investasi Bodong Koperasi BLN Putar Dana Rp4,6 Triliun, 41 Ribu Nasabah Jadi Korban
”Identitas didapat dari rekaman CCTV murni, bukan AI. Pelaku terekam menggunakan kemeja batik biru dan dalaman kaos merah. Kami juga mengamankan helm pelaku di TKP untuk uji lab,” ujar Kombes Iman dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Rabu (18/03).
Acara ini dihadiri langsung oleh Kapolda Metro Jaya, Ketua Komisi III DPR RI Habiburrahman, Kadiv Propam Polri Irjen Pol Abdul Karim, serta perwakilan Komnas HAM dan LPSK.
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburrahman, mengapresiasi transparansi Polri.
“Kami mendukung penuh pengungkapan kasus ini hingga tuntas. Kami minta prosedur administrasi dijaga ketat agar tidak ada celah hukum bagi pelaku,” tegasnya.
Polri kini membuka hotline pengaduan di nomor 110 atau 0812-8559-191 bagi masyarakat yang mengetahui keberadaan BHC dan MAK. Polisi berkomitmen mengusut tuntas siapa pun aktor di balik aksi kekerasan ini.













