Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaEkonomi

Tak Sekadar Seremonial, Presiden Prabowo Turun Tangan Langsung di Sarasehan Ekonomi Siang Ini

Views
×

Tak Sekadar Seremonial, Presiden Prabowo Turun Tangan Langsung di Sarasehan Ekonomi Siang Ini

Sebarkan artikel ini
Tak Sekadar Seremonial, Presiden Prabowo Turun Tangan Langsung di Sarasehan Ekonomi Siang Ini

Koma.id | Jakarta – Hari Jumat biasanya menjadi momen bagi banyak orang untuk bersiap menyongsong akhir pekan dengan tenang. Namun, bagi para pelaku pasar dan pengamat ekonomi di Indonesia, Jumat (13/02) kali ini justru menjadi hari yang paling dinantikan. Di bilangan Gatot Subroto, tepatnya di Wisma Danantara, sebuah agenda besar bertajuk Indonesia Economic Outlook 2026 siap digelar mulai pukul 13.00 WIB.

​Presiden Prabowo Subianto dipastikan hadir dalam sarasehan ekonomi ini. Kepastian tersebut ditegaskan oleh COO BPI Danantara, Dony Oskaria. Kehadiran orang nomor satu di Indonesia ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah sinyal kuat bahwa pemerintah sedang “pasang badan” untuk menjelaskan arah kemudi ekonomi bangsa.

Silakan gulirkan ke bawah

​Langkah pemerintah mengadakan sarasehan ini terbilang menarik. Di saat lembaga pemeringkat kredit internasional seperti Moody’s memberikan outlook negatif dan MSCI merilis laporan yang kurang menggembirakan bagi pasar modal kita, pemerintah justru memilih jalur transparansi.

​Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebutkan bahwa Presiden sendiri yang meminta agar penjelasan lengkap diberikan kepada publik. Tidak ada yang ditutup-tutupi.

Pemerintah berjanji akan memaparkan kondisi fundamental Indonesia secara jujur terutama mengenai potensi kenaikan penerimaan negara dan peran strategis Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara ke depan.

​”Pokoknya disimak saja,” ujar Dony Oskaria singkat saat ditemui di Istana, menyiratkan bahwa akan ada banyak kejutan dan detail program unggulan yang akan dibedah siang ini.

​Meski Moody’s sempat memberikan “rapor kuning” melalui sentimen negatif, Airlangga tetap optimis bahwa Indonesia masih berada di jalur investment grade yang aman. Sarasehan ini adalah upaya untuk merawat optimisme tersebut.

​Bagi para investor, kejujuran adalah mata uang yang paling berharga. Dengan “buka-bukaan” soal rencana pengelolaan ekonomi melalui Danantara, pemerintah berharap mendung tipis yang sempat menyelimuti pasar modal bisa segera tersingkap, berganti dengan kepercayaan baru terhadap prospek nasional.

​Kini, perhatian publik tertuju ke Wisma Danantara. Akankah pemaparan siang ini mampu menjadi oase di tengah ketidakpastian global? Kita nantikan bersama.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.